Padang — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar, Syaiful Bahri (Pung), pada Sabtu (5/9) pagi, sekitar pukul 04.00 WIB di RSUP Dr. M. Djamil Padang.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Pak Pung,” ujar Mahyeldi di Padang, Sabtu (5/9/2026).
Gubernur Mahyeldi mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, diterima seluruh amal ibadahnya, serta wafat dalam keadaan husnul khatimah. Mahyeldi juga mendoakan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan kesabaran dalam menghadapi musibah tersebut.
“Semoga Allah SWT mengampuni segala khilaf dan kesalahan beliau, menerima seluruh amal ibadah serta menempatkan beliau di tempat yang mulia di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan,” ucapnya.
Mahyeldi mengatakan, kepergian Syaiful Bahri tidak hanya menjadi kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi Pemerintah Provinsi Sumbar dan masyarakat. Menurutnya, almarhum merupakan sosok yang baik, penuh dedikasi, serta memiliki komitmen dalam menjalankan amanah yang diberikan kepadanya.
Mahyeldi mengaku telah mengenal almarhum sejak lama, jauh sebelum dirinya menjabat sebagai Gubernur Sumbar. Keduanya telah berinteraksi ketika Mahyeldi masih menjabat sebagai Walikota Padang.
“Beliau adalah pribadi yang baik dan penuh dedikasi. Sejak saya menjabat sebagai Wali Kota Padang, saya sudah mengenal beliau dan mempercayakan berbagai posisi dan tugas kepada beliau. Semua tugas dijalankan dengan baik dan penuh dedikasi,” ungkap Mahyeldi.
Ia menilai, semasa mengemban berbagai amanah pemerintahan, almarhum telah memberikan kontribusi nyata melalui tugas dan pengabdiannya, baik dalam lingkungan pemerintahan maupun kepada masyarakat Sumbar.
“Insyaallah, seluruh kontribusi, pengabdian, dan kebaikan yang telah beliau berikan kepada daerah dan masyarakat semasa hidup menjadi amal ibadah dan mendapat balasan terbaik dari Allah SWT,” harapnya.
Almarhum Syaiful Bahri meninggal dunia dalam usia 59 tahun. Saat ini, jenazah disemayamkan di rumah duka di Jalan Koto Baru No. 14 A, Kelurahan Koto Baru Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, untuk selanjutnya dimakamkan sesuai dengan keputusan keluarga. (Adpsb/Bud)







