FAO Khawatir Kenaikan Harga Beras Picu Lonjakan Inflasi Pangan di Asia

harga beras
harga beras

Jakarta – Badan Pangan PBB (Food and Agriculture Organization/FAO) mengungkapkan keprihatinannya mengenai kenaikan harga beras yang mencapai level tertinggi dalam 12 tahun terakhir, dan mengkhawatirkan bahwa hal ini dapat memicu lonjakan inflasi pangan di kawasan Asia.

Faktor penyebab kenaikan harga tersebut meliputi larangan ekspor beras oleh India sejak bulan lalu dan ancaman cuaca buruk akibat fenomena El Nino yang telah merusak produksi beras.

“Dampak kenaikan harga beras secara global sangat mengkhawatirkan,” ujar Qingfeng Zhang, Direktur Senior Bank Pembangunan Asia (ADB), dalam wawancara dengan CNBC Internasional pada Selasa (22/8).

“Yang pasti adalah volatilitas harga pangan akan terus berlanjut dalam beberapa bulan mendatang,” tambahnya.

Sebelum larangan ekspor beras India diberlakukan, inflasi pangan di Asia masih relatif terkendali sepanjang tahun ini. Hal ini dimengerti mengingat beras merupakan salah satu komoditas utama dalam rantai pangan dan konsumsi.

Tidak hanya beras yang menjadi perhatian, tetapi komoditas pangan lainnya juga berpotensi mengalami kenaikan harga karena adanya faktor iklim ekstrim yang diakibatkan oleh pemanasan global, termasuk fenomena El Nino. Jika skenario ini terjadi, lonjakan inflasi dalam sektor pangan hampir tidak terelakkan.

Kehadiran fenomena El Nino, yang muncul kembali setelah tujuh tahun, semakin meningkatkan kekhawatiran. Apalagi, situasi ini terjadi di tengah-tengah kondisi di mana Rusia telah mengambil tindakan untuk mundur dari inisiatif biji-bijian di Laut Hitam serta menerapkan kebijakan perdagangan pangan proteksionis melalui pembatasan ekspor.

El Nino merupakan fenomena cuaca yang dipicu oleh pemanasan suhu air di wilayah Samudera Pasifik khatulistiwa bagian timur dan tengah, yang membawa dampak cuaca ekstrem yang bisa menimbulkan bencana global.

Dengan munculnya El Nino, kekhawatiran muncul tentang kemungkinan terulangnya krisis pangan yang terjadi pada tahun 2010-2012. Pada periode tersebut, Bank Pembangunan Asia memperkirakan bahwa harga pangan internasional bisa naik hingga 30 persen pada tahun 2011. (des)