FAO PBB Khawatir Lonjakan Harga Beras Picu Inflasi Pangan di Asia

Harga Beras
Harga Beras

Jakarta – Food and Agriculture Organization (FAO) atau Badan Pangan PBB mengkhawatirkan lonjakan harga beras yang mencapai level tertinggi dalam 12 tahun akan memicu lonjakan inflasi pangan di Asia. Dua faktor utama yang diidentifikasi sebagai penyebab lonjakan harga tersebut adalah larangan ekspor beras dari India dan ancaman cuaca buruk akibat El Nino yang merusak produksi beras.

“Lonjakan harga beras global sangat mengkhawatirkan. Yang pasti, volatilitas harga pangan akan terus berlanjut dalam beberapa bulan mendatang,” ujar Qingfeng Zhang, Direktur Senior Bank Pembangunan Asia, seperti yang dilaporkan oleh CNBC pada Rabu (23/8).

Sebelum larangan ekspor beras India diberlakukan bulan lalu, inflasi pangan di Asia cenderung terkendali. Namun, India telah mengklarifikasi bahwa tidak ada rencana pembatasan atau larangan ekspor beras pratanak non-basmati.

Meskipun demikian, ancaman El Nino tetap menghantui produksi beras. Fenomena alam ini juga muncul dalam konteks Rusia yang menarik diri dari inisiatif biji-bijian di Laut Hitam dan mengadopsi kebijakan proteksi pangan melalui pembatasan perdagangan.

Tidak hanya beras, komoditas pangan lainnya juga rentan mengalami kenaikan harga akibat iklim ekstrim yang disebabkan oleh El Nino. Jika hal ini terjadi, lonjakan inflasi pada sektor pangan hampir tidak dapat dihindari.

Kehadiran El Nino juga memicu kekhawatiran akan munculnya krisis pangan serupa dengan yang terjadi pada tahun 2010-2012. Bank Pembangunan Asia mengungkapkan bahwa kenaikan harga pangan internasional mencapai 30 persen pada tahun 2011.(des)