Padang – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat terus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program pemberdayaan ekonomi.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni menghadirkan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “Peningkatan Produksi Lele Satu Rumah Satu Kolam” di kawasan Anak Air, Kelurahan Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.
Program tersebut bertujuan mengembangkan usaha budidaya ikan lele sebagai sumber penghasilan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan. Melalui program ini, PLN berharap tercipta kegiatan ekonomi produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.
Inisiatif tersebut juga menjadi bagian dari dukungan PLN terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) nomor 8 yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif, penciptaan lapangan kerja, dan pemberdayaan masyarakat.
PLN tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga membangun kemampuan kelompok masyarakat agar mampu mengelola usaha berbasis potensi lokal secara mandiri.
Sebagai bentuk realisasi program, PLN UID Sumatera Barat memberikan bantuan berupa renovasi lima kolam budidaya lele lengkap dengan berbagai fasilitas pendukung. Bantuan itu mencakup pemasangan waring kolam, tiang penyangga jaring, pupuk penyeimbang pH tanah, terpal, ribuan benih lele, pakan, pelet apung, vitamin, mesin pencacah pakan, CCTV, timbangan digital, hingga dukungan operasional panen dan pendampingan selama pelaksanaan program.
Penyerahan simbolis hasil renovasi lima kolam beserta sebagian sarana pendukung dilakukan pada Rabu (22/7) kepada kelompok penerima manfaat sebagai tanda dimulainya pelaksanaan program.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat Syefdinon, Staf Ahli Wali Kota Padang Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan Syahrial, perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Sumbar, BSI, PNM, YBM PLN UID Sumatera Barat, unsur Kecamatan Koto Tangah, Kelurahan Batipuh Panjang, serta sejumlah mitra lainnya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat, Syefdinon, memberikan apresiasi atas langkah PLN dalam mendukung sektor perikanan budidaya. Menurutnya, kebutuhan ikan lele di Kota Padang masih belum sepenuhnya dipenuhi oleh produksi lokal sehingga peluang usaha di sektor tersebut masih sangat terbuka.
Ia menambahkan, ikan lele merupakan sumber protein bergizi yang juga berperan dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dinilai penting untuk meningkatkan produksi sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
“Program seperti ini tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga membangun kemampuan masyarakat agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri. Kami berharap kerja sama serupa terus diperluas sehingga semakin banyak usaha produktif yang tumbuh dari potensi daerah,” ujarnya.
Sementara itu, General Manager PLN UID Sumatera Barat, Ririn Rachmawardini, menegaskan bahwa Program TJSL merupakan bagian dari komitmen PLN sebagai BUMN untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, tidak hanya melalui penyediaan listrik yang andal, tetapi juga melalui pemberdayaan ekonomi.
Menurut Ririn, program tersebut dirancang untuk menciptakan ekosistem usaha yang berkelanjutan melalui penyediaan sarana produksi, pendampingan, serta peningkatan kapasitas kelompok penerima manfaat. Dengan demikian, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan usaha budidaya secara mandiri dan berdaya saing.
Ia menambahkan, kolaborasi antara PLN, pemerintah daerah, lembaga keuangan, organisasi sosial, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci agar program pemberdayaan ini memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
PLN UID Sumatera Barat menegaskan akan terus menghadirkan berbagai program TJSL yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, perusahaan berharap dapat mendorong lahirnya usaha-usaha produktif, memperkuat kemandirian ekonomi warga, serta mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Sumatera Barat.(des*)







