Pesona Budaya Tabuik Piaman Guncang Negeri Masuk Dalam 125 KEN 2026

Kota Pariaman – Selama dua pekan terakhir, Kota Pariaman berubah menjadi lautan manusia. Ribuan wisatawan dari berbagai daerah memadati kota pesisir itu untuk menyaksikan Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026, sebuah tradisi yang bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat lokal, tetapi juga telah menjelma menjadi panggung budaya nasional.

Masuknya Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman ke dalam 125 Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 menjadi pengakuan bahwa tradisi yang diwariskan turun-temurun tersebut memiliki kekuatan budaya dan daya tarik wisata yang besar.

Status itu sekaligus menempatkan Pariaman sebagai salah satu destinasi wisata budaya paling diperhitungkan di Indonesia.

Di tengah derasnya arus modernisasi, Tabuik tetap berdiri sebagai simbol identitas masyarakat Piaman.

Tradisi yang sarat nilai sejarah, spiritual, dan kebersamaan ini tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga menjadi jembatan yang memperkenalkan Pariaman kepada dunia luar melalui budaya yang hidup dan terus berkembang.

Sejumlah prosesi sakral telah berlangsung dengan khidmat, mulai dari Ma Ambiak Tanah, Manabang Batang Pisang, Turun Panja, Maatam, Ma Arak Jari-Jari hingga Ma Arak Saroban.

Setiap tahapan tidak sekadar menjadi tontonan, melainkan mengandung pesan sejarah dan nilai-nilai budaya yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Puncak perayaan yang paling ditunggu masyarakat dan wisatawan berlangsung pada Minggu, 28 Juni 2026, melalui prosesi Tabuik Naiak Pangkek, Hoyak Tabuik, hingga Tabuik Dibuang Ka Lauik.

Ribuan pasang mata diperkirakan akan memadati kawasan pantai untuk menyaksikan momen sakral yang selama ini menjadi ikon budaya Kota Pariaman.

Tidak hanya budaya yang bergerak, roda ekonomi masyarakat juga ikut berputar. Berbagai sub-event seperti Bandagala, bazar UMKM dan ekonomi kreatif, Festival Maantaan Sumbareh, pemilihan duta wisata, pertunjukan seni multietnis, donor darah hingga permainan rakyat menjadi ruang bagi pelaku usaha, seniman, dan masyarakat untuk merasakan manfaat ekonomi dari perhelatan budaya tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Ferialdi, menegaskan bahwa keberhasilan Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman tidak lepas dari dukungan Tuo Tabuik, pelaku seni, pelaku UMKM, dan seluruh masyarakat.

Di tengah gegap gempita perayaan, satu pesan besar terus digaungkan: Tabuik bukan sekadar festival tahunan, melainkan denyut identitas Pariaman yang mampu menggerakkan budaya, pariwisata, dan ekonomi sekaligus.(mak).