Jakarta – Kehadiran Starbucks di Vietnam tampaknya menghadapi hambatan yang signifikan dibandingkan dengan popularitasnya di Indonesia. Meskipun Starbucks telah berhasil membangun 326 cabang di seluruh Indonesia, di Vietnam, perusahaan ini hanya mampu membuka sekitar 92 gerai. Fenomena ini telah menimbulkan pertanyaan mengapa Starbucks kesulitan meraih kesuksesan serupa di kedua negara ini.
Melalui laman resmi Starbucks, perbandingan jumlah gerai yang berbanding terbalik antara Indonesia dan Vietnam menjadi sorotan. Mengapa di satu negara, gerai kopi ini merajai pasar, sementara di negara lain, minat konsumen nampaknya surut? Sejumlah analisis yang dilakukan mengungkapkan beberapa faktor yang mempengaruhi fenomena ini.
Salah satu alasan utama yang muncul adalah perbedaan harga kopi. Menurut laporan dari Vietnam Investment Review (VIN), pecinta kopi Vietnam cenderung lebih memilih kopi lokal yang lebih terjangkau dibandingkan dengan harga kopi di Starbucks. Harga kopi Starbucks di Vietnam dinilai terlalu tinggi jika dibandingkan dengan alternatif dari kafe lokal.
Sean T Ngo, seorang pakar dari CO VF Franchise Consulting, mengamati bahwa mahalnya harga kopi Starbucks di Vietnam sebagian besar disebabkan oleh regulasi bea masuk yang tinggi. Vietnam dikenal sebagai salah satu negara pengekspor kopi terbesar kedua di dunia. Regulasi ini membuat biji kopi impor menjadi lebih mahal, sehingga berdampak langsung pada harga jual produk kopi di gerai Starbucks.
Meskipun demikian, kualitas dan citarasa khas Starbucks tetap menjadi daya tarik bagi sebagian konsumen di Vietnam. Namun, tantangan yang dihadapi dalam hal harga dan regulasi perdagangan nampaknya menjadi penghalang signifikan dalam mengembangkan jangkauan bisnisnya di negara ini.
Sejalan dengan hal ini, Starbucks diharapkan terus beradaptasi dengan dinamika pasar dan mengevaluasi strategi bisnisnya di Vietnam. Dengan memahami preferensi konsumen lokal dan menyesuaikan harga serta penawaran produk, Starbucks mungkin memiliki peluang untuk meningkatkan daya saingnya di pasar kopi Vietnam yang semakin kompetitif.(by)







