Padang Pariaman Ikuti Rakor Nasional Kemenhub RI, SDM Transportasi Daerah Tak Boleh Gagal

Jakarta – Tekanan itu nyata di forum nasional yang digelar Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, para kepala daerah dipaksa menatap satu kenyataan pahit. Kualitas SDM transportasi di daerah masih jauh dari kata siap.

Bupati Padang Pariaman, Sumatera Barat, John Kenedy Azis datang didampingi Kepala Dinas Perhubungan Yusra Zein bukan sekadar memenuhi undangan. Ia datang membawa beban, sekaligus pertaruhan untuk ikut membahas transportasi daerah tersebut.

Tak semua diberi kursi dalam ruang strategis transportasi itu. Dari ratusan kepala daerah, hanya segelintir yang dipanggil, Padang Pariaman termasuk mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Perhubungan, pada Selasa (7/4/2026), di Jakarta.

Sebuah kehormatan yang diam-diam menyimpan pesan keras. Ini bukan soal hadir, tapi soal mampu atau tidak menjawab tantangan transportasi kedepannya.

Selama ini, transportasi kerap dipandang sebatas urusan jalan dan kendaraan. Padahal yang jauh lebih krusial adalah manusianya. Tanpa SDM yang terlatih, disiplin, dan berintegritas, sistem sebaik apa pun akan runtuh. Di titik inilah negara seperti sedang mengetuk keras pintu daerah. Bangun, atau tertinggal.

Rakor itu bukan forum basa-basi. Di dalamnya, kebijakan dibedah tanpa kompromi. Pendidikan, pelatihan, hingga skema kerja sama disusun ulang terkait transportasi.

Bahkan coaching clinic digelar untuk memastikan daerah tak lagi gagap menyusun langkah. Semua diarahkan pada satu target. SDM transportasi yang siap tempur, bukan sekadar pelengkap struktur.

Namun realitas tak bisa disembunyikan. Ketimpangan masih menganga. Ada daerah yang melesat, tapi tak sedikit yang tertatih. Padang Pariaman mencoba keluar dari jebakan itu. Kerja sama dengan Badan Pengembangan SDM Perhubungan sudah berjalan, melahirkan CPNS dari sekolah kedinasan, dan menyiapkan generasi berikutnya.

Ini bukan hasil instan. Ini proses panjang yang menuntut konsistensi. Tujuh orang telah menembus sistem, enam lainnya masih berjuang di bangku pendidikan. Angka kecil, tapi bukan tanpa arti. Di situlah fondasi mulai dibangun perlahan, namun pasti.

“Kalau kita lengah, kita akan tertinggal,” tegas John Kenedy Azis. Kalimat itu bukan retorika. Itu peringatan. Bahwa masa depan transportasi daerah tak lagi bisa ditunda. Pilihannya hanya dua. Berbenah sekarang, atau terus menjadi penonton di negeri sendiri.(bay).