Partai Kebangkitan Bangsa Siapkan Muhaimin Iskandar Maju Pilpres 2029, Dinilai Punya Keuntungan Strategis

Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, maju calon presiden atau calon wakil presiden pada Pilpres 2029.
Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, maju calon presiden atau calon wakil presiden pada Pilpres 2029.

JakartaPartai Kebangkitan Bangsa (PKB) dikabarkan memiliki rencana untuk mendorong Ketua Umum mereka, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, maju sebagai calon presiden atau calon wakil presiden pada Pilpres 2029.

Sejumlah pengamat menilai langkah tersebut memiliki beberapa keuntungan strategis bagi PKB maupun Cak Imin.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, menilai bahwa meski tingkat elektabilitas Cak Imin masih jauh di bawah tokoh seperti Prabowo Subianto, ada setidaknya tiga keuntungan jika Cak Imin benar-benar maju dalam kontestasi Pilpres 2029.

Ia juga menyebut posisi capres dinilai lebih menguntungkan dibandingkan hanya menjadi cawapres.

Menurut Adi, keuntungan pertama adalah efek ekor jas (coattail effect) terhadap suara partai di pemilihan legislatif. Hal ini, kata dia, sudah terbukti pada Pemilu 2024 ketika suara PKB mengalami peningkatan. Kedua, pencalonan tersebut dapat menjadi modal politik untuk langkah di pemilu berikutnya pada 2034. Ketiga, hal ini dinilai dapat meningkatkan citra dan posisi politik PKB serta Cak Imin.

Adi menambahkan, PKB dinilai sudah berada di jalur yang tepat jika menargetkan pencalonan Cak Imin sebagai capres pada 2029, terlebih setelah adanya putusan Mahkamah Konstitusi yang menghapus ambang batas pencalonan presiden.

Ia juga menyoroti bahwa basis pemilih PKB yang banyak berasal dari Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia menjadi kekuatan tersendiri dalam kontestasi politik.

Lebih lanjut, Adi menyebut bahwa secara strategi politik, Cak Imin akan lebih mudah maju sebagai capres dibandingkan sebagai cawapres. Menurutnya, PKB memiliki peluang penuh untuk mengusung kadernya tanpa banyak persaingan internal.

Sebaliknya, jika hanya menargetkan posisi wakil presiden, PKB dinilai akan menghadapi persaingan yang lebih ketat dan langkah politik yang lebih rumit, terutama dalam koalisi besar.

Adi juga berpendapat bahwa kekalahan dalam kontestasi pilpres bukan berarti kerugian mutlak, karena tetap ada peluang untuk masuk dalam pemerintahan melalui koalisi pemenang, seperti yang terjadi saat ini.

Sebelumnya, PKB memang menyampaikan target politik pada Pemilu 2029, termasuk keinginan untuk mengantarkan Cak Imin menjadi Presiden atau Wakil Presiden RI. Hal itu disampaikan dalam acara internal partai di Jakarta.

Menanggapi hal tersebut, Cak Imin menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto masih menjadi figur terkuat untuk Pilpres 2029. Ia bahkan menyebut bahwa jika Prabowo kembali maju, peluang menangnya masih sangat besar dan PKB akan mendukung pihak yang dinilai berpotensi menang.(des*)