Nonthaburi, fajarharapan.id – Laga puncak ASEAN Futsal Championship 2026 dipastikan menghadirkan duel sengit antara Timnas Futsal Indonesia dan Thailand. Kepastian ini didapat setelah tuan rumah Thailand sukses menyingkirkan Australia dalam semifinal dramatis yang berlangsung Jumat (10/4) di Nonthaburi Stadium.
Pertandingan antara Thailand dan Australia berjalan dalam tempo tinggi sejak awal. Tuan rumah membuka keunggulan lebih dulu pada menit kesembilan lewat aksi Itticha Praphan yang berhasil memanfaatkan celah di pertahanan lawan. Namun keunggulan tersebut tak bertahan lama, karena hanya berselang satu menit, Australia mampu menyamakan skor melalui gol Jacob Hard.
Memasuki babak kedua, tensi pertandingan semakin meningkat. Kedua tim saling menekan demi mengamankan tiket ke final. Thailand kembali menunjukkan ketajamannya saat Osaman Musa mencetak gol di menit ke-30, mengubah kedudukan menjadi 2-1.
Momentum Thailand terus berlanjut. Hanya satu menit kemudian, Mintada Phirom sukses memperlebar keunggulan menjadi 3-1 setelah memanfaatkan peluang di depan gawang. Gol tersebut membuat Thailand semakin percaya diri dalam mengendalikan jalannya pertandingan.
Namun Australia tidak menyerah begitu saja. Mereka berhasil memperkecil ketertinggalan lewat gol Jacob Hash di menit ke-32. Skor berubah menjadi 3-2 dan pertandingan kembali memanas.
Thailand kembali menjauh pada menit ke-35 setelah Salawut Phalapruk mencetak gol yang membuat skor menjadi 4-2. Gol ini sempat memberikan rasa aman bagi tuan rumah, meski Australia terus berupaya menekan hingga menit akhir.
Harapan Australia sempat kembali hidup setelah Ethan de Melo mencetak gol pada menit ke-38, memperkecil skor menjadi 4-3. Sayangnya, waktu yang tersisa tidak cukup bagi Australia untuk menyamakan kedudukan, sehingga Thailand memastikan kemenangan tipis dan melaju ke final.
Kemenangan ini membawa Thailand kembali ke partai puncak dan akan menghadapi Timnas Futsal Indonesia yang sebelumnya sukses menyingkirkan Vietnam di semifinal. Pertemuan kedua tim ini menjadi ulangan final klasik yang pernah terjadi pada edisi 2019 dan 2022.
Bagi Indonesia, ini menjadi final keempat mereka sepanjang keikutsertaan di ajang ini, setelah sebelumnya tampil pada 2019, 2022, 2024, dan kini 2026. Sementara Thailand tetap menunjukkan dominasinya sebagai kekuatan utama futsal Asia Tenggara dengan catatan sebagai tim tersukses di turnamen ini.
Hingga saat ini, Thailand telah mengoleksi 16 gelar juara, jauh meninggalkan pesaingnya. Sementara Indonesia baru mengantongi dua gelar, namun dalam beberapa tahun terakhir performa Garuda menunjukkan peningkatan signifikan dan mampu menjadi penantang serius.
Laga final yang akan digelar pada 12 April pukul 20.00 WIB diprediksi berlangsung sengit. Indonesia datang dengan kepercayaan diri tinggi usai menyingkirkan Vietnam, sementara Thailand akan mengandalkan pengalaman serta dukungan publik tuan rumah.
Pertarungan ini bukan sekadar perebutan gelar, tetapi juga ajang pembuktian siapa yang layak menjadi raja futsal Asia Tenggara saat ini. Semua mata akan tertuju pada duel klasik ini, menanti apakah Indonesia mampu menambah koleksi trofi atau Thailand kembali menegaskan dominasinya.(*)






