Jakarta – PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), distributor resmi kendaraan niaga Mitsubishi Fuso di Indonesia, ikut meramaikan Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (Giicomvec) 2026 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 8-11 April. Dalam pameran ini, Mitsubishi Fuso menampilkan lima model unggulan.
Presiden Direktur PT KTB, Daisuke Okamoto, menyampaikan, “Partisipasi kami di Giicomvec 2026 merupakan wujud apresiasi kepada konsumen yang telah mempercayai Mitsubishi Fuso sebagai pemimpin pasar selama 55 tahun,” Rabu (8/4/2026).
Beberapa model yang dipamerkan antara lain Canter FE 74 dan Canter FE 74 Long, keduanya hadir dengan karoseri box pendingin.
Selain itu, ada Fighter X FN61 FSL, varian bertenaga besar yang dirancang untuk operasi berat dan intensif.
Mitsubishi Fuso juga menampilkan Fighter X FM65F TH 4×2, produk Tractor Head terbaru yang dirancang untuk distribusi kargo berat dengan efisiensi bahan bakar tinggi. Model ini resmi diluncurkan pada September 2025.
Tidak ketinggalan, Canter FE 71 diubah menjadi Mobile Workshop Service. Fasilitas ini memungkinkan perawatan kendaraan dilakukan langsung di lokasi konsumen sehingga mengurangi waktu henti operasional—sebagai wujud komitmen terhadap zero down time.
Di area luar pameran, pengunjung dapat melihat unit Canter Bus dan Fighter X Logistic Package, yang dirancang khusus untuk memudahkan pengusaha logistik.
Mitsubishi Fuso juga menghadirkan Display Interaktif Layanan Zero Down Time, di mana pengunjung bisa mencoba demo Runner Telematics. Sistem ini kini digunakan oleh lebih dari 84.000 pengguna dengan total 130.000 kendaraan. Integrasi Runner Telematics dengan fitur deteksi otomatis Geofence memungkinkan pemantauan durasi servis kendaraan di dealer secara real-time (Clock In – Clock Out), meningkatkan transparansi dan percepatan perbaikan.
Daisuke Okamoto menegaskan, “Melalui strategi ‘Zero Down Time’, tanggung jawab kami tidak berhenti saat kendaraan diserahkan, tetapi terus memastikan armada konsumen tetap beroperasi tanpa hambatan.”(BY)






