Padang – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat kenaikan jumlah penumpang kereta api lokal selama Angkutan Lebaran 2026.
Data hingga 1 April 2026 pukul 23.59 WIB menunjukkan, sejak 11 Maret 2026, sebanyak 153.206 orang telah menggunakan layanan kereta api lokal di wilayah Divre II Sumatera Barat. Angka ini meningkat sekitar 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025, yang tercatat 137.936 penumpang.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyebutkan bahwa pertumbuhan ini menandakan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api yang semakin handal.
Pergerakan penumpang tertinggi, baik kedatangan maupun keberangkatan, masih berada di Stasiun Padang. Rincian penumpang selama Angkutan Lebaran 2026 sebagai berikut:
Kedatangan:
Stasiun Padang: 40.616 penumpang
Stasiun Pariaman: 28.817 penumpang
Stasiun Air Tawar: 12.687 penumpang
Stasiun BIM: 10.158 penumpang
Stasiun Naras: 9.626 penumpang
Keberangkatan:
Stasiun Padang: 40.299 penumpang
Stasiun Pariaman: 25.985 penumpang
Stasiun Air Tawar: 14.310 penumpang
Stasiun BIM: 10.389 penumpang
Stasiun Lubuk Alung: 9.284 penumpang
Secara nasional, Stasiun Padang menjadi stasiun tujuan favorit kedua untuk kereta api lokal dengan jumlah penumpang 40.616 orang, dan berada di posisi kedua untuk keberangkatan dengan total 40.299 penumpang.
Reza menambahkan, lonjakan penumpang tertinggi terjadi pada 24–25 Maret 2026, dengan volume keberangkatan mencapai 10.000–10.300 orang per hari.
Mayoritas penumpang menggunakan kereta api untuk liburan, khususnya ke kawasan pantai Kota Pariaman melalui KA Pariaman Ekspres. Total tiket KA Pariaman Ekspres rute Paulima–Naras yang terjual selama Angkutan Lebaran 2026 mencapai 107.783 tiket.
Selain mendukung pariwisata, KA Pariaman Ekspres juga menjadi moda transportasi penting bagi masyarakat yang bekerja maupun berdagang di wilayah yang dilintasinya.
Untuk memudahkan akses layanan, KAI menyediakan pemesanan tiket melalui aplikasi Access by KAI, dengan pembelian tiket mulai H-7 sebelum keberangkatan dan maksimal 10 tiket per kode booking. Reza mengingatkan agar masyarakat membeli tiket hanya melalui kanal resmi, baik aplikasi maupun loket stasiun (go show maksimal 3 jam sebelum keberangkatan jika tiket tersedia), untuk menghindari penipuan.
Selama Angkutan Lebaran 2026, operasional Divre II Sumbar berjalan aman, lancar, dan kondusif. KAI mengoptimalkan seluruh sumber daya, mulai dari SDM, sarana, hingga prasarana. Petugas operasional seperti masinis, asisten masinis, kondektur, ticketing, dan customer service memberikan pelayanan sesuai standar.
Dalam rangka keselamatan perjalanan, personel tambahan disiagakan, termasuk petugas perlintasan dan daerah pemantauan khusus. Alat Material untuk Siaga (AMUS) juga dikerahkan di titik strategis untuk mengantisipasi gangguan seperti banjir, longsor, atau kerusakan jalur.
Dari sisi keamanan, KAI bekerja sama dengan aparat setempat dengan menyiapkan 196 personel pengamanan, terdiri dari 24 Polsuska, 119 petugas security, 3 Babin Polsuska, dan dukungan 50 personel TNI/Polri. Pemantauan titik rawan dan koordinasi dengan masyarakat sekitar juga dilakukan secara rutin.
“KAI berkomitmen menghadirkan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan terpercaya bagi pelanggan. Layanan yang semakin baik diharapkan memberi pengalaman mudik lebih menyenangkan bagi masyarakat,” pungkas Reza.(des*)






