Pemkab Padang Pariaman Salurkan Bantuan Rintisan Usaha Tahap III kepada 100 Pelaku UMKM Terdampak Bencana

Padang Pariaman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat bersama Tim Penggerak PKK kembali menyalurkan bantuan rintisan usaha kepada 100 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir tahun 2025 lalu.

Penyerahan bantuan dilaksanakan di pendopo rumah dinas Bupati, Karan Aur, Kota Pariaman, Selasa (17/3/2026).

Kegiatan dipimpin Bupati John Kenedy Azis, turut dihadiri Ketua TP PKK Nita Christanti Azis, Kepala Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM (Disdagnakerkop UKM), Kepala Dinas Sosial, Kepala DPMD, dan Direktur PDAM Padang Pariaman.

Bupati John Kenedy Azis dalam sambutan mengatakan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap para pelaku UMKM yang terdampak bencana banjir dan longsor, sekaligus sebagai upaya mendorong pemulihan ekonomi masyarakat.

Bantuan ini, kata dia, mungkin tidak sepenuhnya menggantikan kerugian yang dialami, namun ini adalah bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

“Kami ingin para pelaku UMKM tetap bangkit, terus berusaha, dan tidak kehilangan semangat,” ujar Bupati.

Ia jelaskan, sektor UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah yang harus terus diperkuat, terutama dalam situasi pascabencana.

“Kita ingin UMKM Padang Pariaman segera pulih dan kembali produktif. Pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan, baik melalui bantuan maupun pembinaan ke depan,” ucap John Kenedy Azis.

Bantuan yang diberikan kepada masing-masing penerima berupa kompor gas, tabung gas, minyak goreng 5 liter, tepung terigu 5 kilogram, serta uang tunai sebesar Rp250 ribu untuk mendukung operasional usaha mereka.

Ketua TP PKK Nita Christanti Azis menjelaskan bahwa penyaluran bantuan kepada pelaku UMKM terdampak bencana telah dilakukan secara bertahap melalui dukungan berbagai pihak.

Sebelumnya, sebut Nita, kita telah menyalurkan bantuan kepada 250 pelaku UMKM dari Komisi VII DPR RI. Kemudian, ada bantuan dari Dekranasda dan Ibu-ibu Seruni untuk 100 UMKM.

“Pada hari ini kembali disalurkan kepada 100 UMKM lagi, sehingga total yang sudah menerima bantuan mencapai 450 pelaku usaha,” jelasnya.

Menurutnya, bantuan yang disalurkan merupakan hasil dukungan berbagai donatur. Mulai dari BUMN hingga kementerian, yang dihimpun pemerintah daerah untuk membantu pemulihan usaha masyarakat.

Ia menyatakan bahwa sebelum bantuan diberikan, pemerintah daerah terlebih dahulu melakukan proses kurasi dan penyesuaian kebutuhan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.

“Kita kelompokkan sesuai jenis usaha mereka. Ada yang bergerak di bidang kuliner, peternakan lele, itik, ayam, dan lainnya. Jadi bantuan yang diberikan benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan usaha mereka,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disdagnaker UKM, Hendri Satria, menyampaikan penyaluran bantuan ini merupakan tindak lanjut dari proses asesmen terhadap pelaku UMKM terdampak bencana yang dilakukan pada awal Januari 2026.

“Pada tanggal 8 Januari 2026 kami melakukan validasi dan verifikasi langsung ke lapangan untuk mengetahui kondisi riil para pelaku UMKM serta kebutuhan mereka agar bisa kembali berproduksi,” ungkapnya.

Dari hasil asesmen tersebut, tercatat sebanyak 605 pelaku UMKM terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada November hingga Desember 2025.

“Dari jumlah itu, 424 UMKM bergerak di sektor perdagangan dan kuliner, 122 di sektor peternakan, sekitar 20 di sektor perikanan, serta beberapa lainnya di sektor ekonomi kreatif dan industri kecil,” kata Hendri.

Ia jelaskan, hingga saat ini sebanyak 450 UMKM telah menerima bantuan secara bertahap. Pemerintah daerah masih berupaya mencari dukungan tambahan agar seluruh pelaku UMKM yang terdampak dapat menerima bantuan serupa.

“Penyaluran bantuan ini, kata Hendri, memang dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan bantuan yang masuk dari berbagai pihak.

“Semoga ke depan ada tambahan bantuan lagi sehingga seluruh UMKM yang terdampak bisa kita bantu,” tutupnya.

Melalui program ini, Pemkab Padang Pariaman berharap agar para pelaku UMKM dapat kembali bangkit, mempertahankan usahanya, juga turutserta menggerakkan roda perekonomian masyarakat di daerah ini.(bay).