Padang Pariaman – Ketegasan terasa di ruang sidang utama DPRD Padang Pariaman, Sumatera Barat pada Senin (16/3/2026). Di forum paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Aprinaldi bersama Wakil Ketua Wira Satria dan Firman itu, Bupati John Kenedy Azis berdiri menghadapi sorotan tajam fraksi-fraksi dewan.
Agenda utamanya satu di ruang DPRD terdebut. Bupati John Kenedy Azis menyampaikan jawaban eksekutif atas berbagai pandangan dan kritik terhadap Nota Penjelasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025.
Namun Bupati John Kenedy Azis, rapat itu bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia menegaskan bahwa setiap kritik, pertanyaan, hingga sorotan yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD justru menjadi alarm penting bagi pemerintah daerah.
Menurutnya, dinamika tersebut menunjukkan bahwa pengawasan legislatif masih hidup dan menjadi bagian dari upaya bersama memperbaiki arah pembangunan.
Di hadapan para anggota dewan, JKA sapaan akrabnya menyampaikan apresiasi atas sikap kritis DPRD.
Ia menyebut pandangan fraksi sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap masa depan Padang Pariaman.
Pemerintah daerah, katanya, tidak menutup mata terhadap berbagai catatan yang disampaikan. Bahkan menjadikannya sebagai bahan evaluasi serius bagi seluruh organisasi perangkat daerah.
Sorotan terbesar pun tertuju pada persoalan kekuatan fiskal daerah. JKA mengakui bahwa peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi pekerjaan besar yang tidak bisa ditunda.
Pemerintah, katanya, tengah mendorong langkah intensifikasi dan ekstensifikasi sumber pendapatan agar daerah memiliki kemampuan lebih kuat membiayai pembangunan.
Namun ia juga mengingatkan bahwa persoalan tidak berhenti pada angka pendapatan. Yang lebih krusial adalah bagaimana anggaran tersebut dikelola dengan disiplin dan tepat sasaran.
Pemerintah daerah, tegasnya, sedang menata ulang efektivitas belanja agar setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Dalam penjelasannya, JKA menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dasar tetap menjadi prioritas utama. Bersamaan dengan itu, penguatan pelayanan publik, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta pemberdayaan pelaku UMKM menjadi fondasi penting untuk menggerakkan roda ekonomi daerah.
Menutup penyampaiannya, JKA menyampaikan pesan tegas. Pembangunan Padang Pariaman tidak akan berhasil tanpa kerja bersama.
Ia berharap hubungan antara eksekutif dan legislatif tetap solid dan produktif, sehingga setiap kritik tidak berujung pada konflik. Melainkan berubah menjadi energi untuk membawa Padang Pariaman melangkah lebih maju dan sejahtera.(r-bay)






