Padang — Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Padang semakin mematangkan persiapan menyambut kepulangan perantau dan lonjakan wisatawan. Salah satu fokus utama adalah menjaga kebersihan kota agar terhindar dari tumpukan sampah selama libur panjang.
Persiapan ini dibahas secara menyeluruh dalam rapat koordinasi lintas sektoral bertajuk Lebaran Nyaman di Jelajah Padang, yang digelar secara daring pada Senin (16/3/2026). Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Fadelan Fitra Masta, memaparkan kesiapan jajarannya dalam menghadapi lonjakan volume sampah selama masa libur Lebaran.
Fadelan menjelaskan bahwa DLH telah memetakan tiga fase kritis peningkatan sampah, yaitu sebelum, saat, dan setelah Idulfitri. Tradisi bersih-bersih rumah menjelang Lebaran serta tingginya aktivitas wisata pascalebaran diprediksi akan memberikan dampak signifikan terhadap produksi sampah harian kota.
“Kami memperkirakan lonjakan sampah antara 15–20 persen, bahkan bisa melonjak hingga 200 persen pasca-Idulfitri. Peningkatan ini akan paling terasa di kawasan kuliner, destinasi wisata, dan pusat keramaian,” ujar Fadelan.
Untuk menghadapi situasi ini, DLH Kota Padang memastikan seluruh armada kebersihan dalam status siaga penuh. Selama libur Lebaran, semua personel akan tetap bertugas demi menjaga keindahan dan kenyamanan Kota Padang.
Fadelan merinci, sebanyak 1.176 Pasukan Oranye akan dikerahkan untuk membersihkan jalanan dan mengoperasikan armada pengangkut sampah. Selain itu, 478 operator dari Lembaga Pengelola Sampah (LPS) juga tetap beroperasi melayani pengambilan sampah dari rumah tangga warga.
Dalam pelaksanaannya, DLH menerapkan pola kerja tiga sif. Pagi hari difokuskan untuk pembersihan intensif di jalan protokol, kawasan wisata utama, serta TPS dan TPA. Siang hingga sore hari difokuskan pada pengangkutan berkala, dan malam hari dilakukan pembersihan kawasan tertentu.
“Tujuan kami adalah menjaga kota dan destinasi wisata tetap bersih dan nyaman bagi pengunjung. Peningkatan beban kerja ini diiringi pengaturan sistem lembur yang tepat bagi petugas,” tambah Fadelan.
Meski kekuatan penuh sudah diterjunkan, DLH menyadari bahwa sebagian kawasan wisata tidak sepenuhnya berada di bawah kewenangan pemerintah kota. Untuk itu, Fadelan mengajak kolaborasi dengan pengelola destinasi, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pelaku usaha, hingga pedagang lokal.
Selain itu, wisatawan dan pengunjung diimbau menjadi pelancong bertanggung jawab dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Pemkot Padang telah menyiapkan tempat sampah terpilah di berbagai sudut kota: hijau untuk organik, kuning untuk anorganik, dan hitam untuk residu. Dengan kesadaran bersama, diharapkan libur Lebaran di Kota Padang dapat berlangsung bersih, nyaman, dan meninggalkan kesan positif bagi semua pengunjung.(des*)






