Padang Pariaman – Harapan baru mulai tumbuh bagi ratusan pelaku usaha kecil di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat yang sempat terpuruk akibat bencana hidrometeorologi.
Pemerintah daerah menyalurkan bantuan rintisan usaha kepada 250 pelaku UMKM dalam sebuah kegiatan yang digelar di Kantor Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Padang Pariaman, Rabu (11/3/2026).
Bantuan ini menjadi langkah awal bagi para korban banjir dan longsor untuk kembali berdiri setelah usaha mereka sempat lumpuh.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah dan dukungan dari Komisi VII DPR RI yang beberapa bulan lalu melakukan kunjungan kerja ke daerah tersebut. Dari kunjungan itu, bantuan senilai Rp500 juta dialokasikan untuk membantu pelaku usaha kecil yang terdampak bencana.
Bantuan diberikan kepada 250 penerima yang telah melalui proses verifikasi. Rinciannya terdiri dari 37 pelaku usaha peternakan itik dan ayam, 13 pelaku usaha perikanan, serta 200 warga yang kini mencoba bangkit dengan membuka usaha di sektor kuliner dan perdagangan. Sebagian dari mereka sebelumnya kehilangan peralatan usaha saat banjir melanda.
Setiap penerima mendapatkan bantuan usaha senilai Rp2 juta. Namun bantuan tersebut tidak diberikan dalam bentuk uang tunai sepenuhnya, melainkan dalam bentuk barang usaha yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelaku UMKM. Langkah ini dilakukan agar bantuan benar-benar digunakan untuk memulai kembali aktivitas usaha.
Untuk pelaku usaha kuliner dan perdagangan misalnya, bantuan diberikan berupa kompor gas, regulator, tabung gas, blender, serta berbagai perlengkapan dapur lainnya. Selain itu, juga disediakan bahan baku seperti tepung terigu, beras, dan kebutuhan pokok lain yang dapat langsung digunakan untuk memulai produksi kembali.
Kepala Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Padang Pariaman, Hendri Satria, menjelaskan bahwa sebelum bantuan disalurkan pihaknya terlebih dahulu melakukan pendataan dan asesmen terhadap pelaku usaha yang terdampak bencana.
Menurutnya, dari total bantuan Rp2 juta per penerima, sekitar Rp1,75 juta diberikan dalam bentuk barang usaha. Sementara Rp250 ribu disalurkan dalam bentuk uang tunai sebagai tambahan modal bagi penerima untuk memenuhi kebutuhan usaha yang belum tercakup dalam bantuan.
Pemerintah daerah juga memastikan bantuan tersebut tidak berhenti pada tahap penyaluran saja. Pemantauan dan pendampingan akan terus dilakukan melalui dinas teknis seperti Dinas Perikanan dan Dinas Peternakan agar usaha yang dirintis benar-benar berkembang.
Hendri mengungkapkan, jumlah masyarakat yang terdampak bencana sebenarnya lebih dari 250 orang. Namun pada tahap awal ini, pemerintah memprioritaskan penerima yang kondisinya paling mendesak dan telah melalui proses verifikasi sesuai dengan pagu bantuan yang tersedia.
Bupati berharap bantuan ini tidak sekadar menjadi bantuan sementara, tetapi menjadi titik balik kebangkitan ekonomi masyarakat. Dengan usaha yang kembali bergerak, roda ekonomi keluarga diharapkan kembali berputar dan perlahan menghapus jejak pahit bencana yang pernah melanda Padang Pariaman.(bay).






