Padang Pariaman – Deru langkah kuda-kuda pacuan kembali bersiap memecah sunyi Nagari Balah Aia, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Event tradisi yang selalu dinanti, Pacu Kudo, dijadwalkan berlangsung pada 28–29 Maret 2026. Tahun ini, gaungnya dipastikan lebih besar.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, bahkan menyatakan keyakinan penuh bahwa perhelatan tersebut akan berlangsung sukses dan jauh lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Optimisme itu bukan tanpa alasan. Dalam rapat persiapan yang digelar di Rumah Dinas Bupati di Karan Aur, Pariaman, Selasa (10/3/2026), John Kenedy Azis menilai kekompakan panitia, niniak mamak, hingga masyarakat menjadi energi utama yang mendorong kesuksesan agenda tahunan kebanggaan anak nagari tersebut.
Tak hanya sekadar perlombaan, pacu kuda di Balah Aia juga diproyeksikan menjadi magnet besar bagi masyarakat dan perantau yang pulang kampung menjelang Idulfitri.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Padang Pariaman, Anton Wira Tanjung, memperkirakan jumlah penonton yang akan memadati arena bisa mencapai 30 hingga 50 ribu orang selama dua hari pelaksanaan.
Persiapan teknis di lapangan pacu kuda pun terus dikebut. Saat ini, kesiapan arena dan fasilitas pendukung telah mencapai sekitar 75 persen.
Pemerintah daerah menargetkan seluruh persiapan rampung sepenuhnya satu minggu sebelum event dimulai agar pelaksanaan berlangsung aman, nyaman, dan spektakuler.
Tak tanggung-tanggung, sebanyak 122 ekor kuda pacu dari berbagai daerah dipastikan akan berlaga dalam 25 race yang mempertandingkan beragam kelas dan kategori.
Para joki dan pemilik kuda akan memperebutkan Piala Bupati Padang Pariaman dengan total hadiah yang mencapai Rp285 juta.
Kemeriahan event ini semakin lengkap karena panitia juga berencana menghadirkan artis Minang ibu kota, Fauzana, yang dijadwalkan tampil menghibur masyarakat pada 29 Maret 2026.
Kehadiran penyanyi populer tersebut diyakini akan menambah semarak pesta rakyat yang sudah lama melekat dalam tradisi masyarakat Padang Pariaman.
Selain pacuan kuda, rangkaian kegiatan juga akan diawali dengan alek nagari yang menampilkan berbagai kesenian dan budaya daerah.
Bagi John Kenedy Azis bersama perangkat OPD, Pacu Kudo bukan sekadar olahraga, melainkan panggung kebanggaan budaya Minangkabau. Sebuah momentum ketika tradisi, ekonomi rakyat, dan semangat kebersamaan anak nagari bertemu dalam satu arena yang sama.(bay).






