Kota Pariaman – Di tengah suasana Ramadan yang sarat makna, sebanyak 422 Guru Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) se-Kota Pariaman, Sumatera Barat menerima pendistribusian zakat dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Pariaman.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Pariaman, Yota Balad, dalam sebuah agenda yang berlangsung di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Pariaman, Senin (9/3/2026).
Nilai bantuan yang disalurkan melalui Program Pariaman Taqwa itu mencapai Rp126,6 juta.
Masing-masing guru MDTA menerima Rp300 ribu sebagai bentuk perhatian dan dukungan terhadap peran mereka dalam membangun pondasi pendidikan agama bagi generasi muda di Kota Pariaman.
Ketua BAZNAS Kota Pariaman, Zalman Zaunit, menjelaskan bahwa pendistribusian zakat ini merupakan bagian dari komitmen lembaganya untuk menyasar kelompok yang selama ini berada di garda terdepan pendidikan keagamaan.
Ia menegaskan bahwa para guru MDTA merupakan pilar penting dalam menjaga nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Yota Balad menegaskan bahwa peran guru MDTA tidak bisa dipandang sebelah mata.
Menurutnya, para guru inilah yang selama ini menjadi penjaga awal lahirnya generasi Qurani di Kota Pariaman melalui pendidikan agama yang ditanamkan sejak usia dini.
Ia bahkan menyebut bahwa keberhasilan Program Unggulan Pemerintah Kota Pariaman, yakni “Satu Rumah Satu Hafidz”, sangat bergantung pada dedikasi para guru MDTA.
Bagi Yota Balad, mereka bukan sekadar pengajar, tetapi juga pembimbing, motivator sekaligus fasilitator yang menanamkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an.
Ia mengungkapkan bahwa pada Juni 2026 mendatang, pemerintah kota akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program tersebut.
“Evaluasi itu bertujuan memastikan keberlanjutan program sekaligus mengukur sejauh mana anak-anak di Kota Pariaman telah mampu menghafal Al-Qur’an,” kata Yota Balad.
Meski bantuan yang diberikan belum sepenuhnya memenuhi harapan para guru, Yota Balad berharap dukungan tersebut dapat sedikit meringankan kebutuhan mereka.
Ia pun mengajak seluruh guru MDTA tetap menjaga semangat pengabdian. Karena dari tangan merekalah masa depan generasi Qurani Kota Pariaman, sedang dibentuk dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.(mak).






