New Delhi – Pemerintah India mengizinkan salah satu kapal perang milik Iran untuk berlabuh pada 4 Maret dengan alasan kemanusiaan. Pada hari yang sama, kapal perang Iran lainnya dilaporkan tenggelam setelah terkena serangan dari kapal selam milik Amerika Serikat di perairan dekat Sri Lanka.
Menteri Luar Negeri India, Subrahmanyam Jaishankar, menjelaskan bahwa kapal perang IRIS Lavan diizinkan merapat setelah pemerintah India menerima permintaan mendesak dari pihak Iran.
Menurut Jaishankar, kapal tersebut bersama dua kapal lainnya sebenarnya datang untuk melakukan pemeriksaan armada dan bukan menjalankan operasi militer. Namun situasi berubah ketika konflik yang sedang berlangsung di kawasan itu memengaruhi perjalanan kapal-kapal tersebut.
Ia menegaskan bahwa keputusan India memberikan izin berlabuh didasarkan pada pertimbangan kemanusiaan, tanpa memprioritaskan perdebatan hukum yang mungkin muncul.
Sumber dari pejabat India menyebutkan bahwa permintaan untuk bersandar diajukan pada 28 Februari, bertepatan dengan dimulainya serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Permintaan itu diajukan karena kapal mengalami kendala teknis sehingga membutuhkan bantuan segera. Sebanyak 183 awak kapal kemudian ditempatkan di fasilitas angkatan laut India yang berada di Kochi.
Di sisi lain, kapal perang Iran lainnya, IRIS Dena, dilaporkan tenggelam setelah terkena tembakan dari kapal selam Amerika Serikat ketika sedang berlayar di sekitar wilayah Sri Lanka. Kapal tersebut diketahui sedang dalam perjalanan pulang usai mengikuti latihan militer yang sebelumnya digelar oleh India.
Sementara itu, otoritas Sri Lanka mengungkapkan bahwa mereka turut mengawal kapal perang Iran lain bernama Booshehr menuju pelabuhan di wilayah pantai timur negara tersebut. Setelah kapal tiba, sebagian besar awaknya dipindahkan ke kamp militer angkatan laut yang berada di dekat Kolombo untuk alasan keselamatan.(BY)






