Perbedaan Air Nabeez dan Khamr dari Kurma yang Perlu Diketahui Saat Ramadan

Air nabeez dan khamr sama-sama terbuat dari kurma. Namun proses perendaman kurma terlalu lama bisa menghasilkan khamr yang mengandung alkohol.
Air nabeez dan khamr sama-sama terbuat dari kurma. Namun proses perendaman kurma terlalu lama bisa menghasilkan khamr yang mengandung alkohol.

Jakarta – Minuman air nabeez dan khamr sering dianggap serupa karena keduanya dapat dibuat dari kurma. Padahal, kedua minuman tersebut memiliki perbedaan mendasar, baik dari proses pembuatannya maupun hasil akhirnya.

Kurma merupakan salah satu buah yang sangat identik dengan bulan Ramadan. Selain dimakan langsung, buah ini juga sering diolah menjadi berbagai minuman. Salah satu yang cukup dikenal adalah air rendaman kurma yang mirip konsep infused water, yang disebut sebagai air nabeez.

Namun, terdapat pula minuman lain berbahan dasar kurma yang dikenal dengan istilah khamr. Meski sekilas tampak mirip karena berasal dari bahan yang sama, kedua jenis minuman tersebut sebenarnya memiliki karakteristik yang berbeda.

Perbedaan Air Nabeez dan Khamr

Air nabeez dibuat dengan cara merendam kurma atau kismis dalam air selama beberapa waktu agar sari rasa dan nutrisinya larut ke dalam air. Metode ini serupa dengan pembuatan infused water yang populer saat ini. Dalam prosesnya, buah tidak diperas dan tidak melalui fermentasi yang disengaja.

Menurut informasi dari Majelis Ulama Indonesia, minuman ini memiliki kandungan serat yang cukup tinggi sehingga dipercaya dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan. Selain itu, air nabeez juga diyakini berpotensi membantu menjaga daya ingat, mengontrol kadar gula darah, serta menurunkan risiko sejumlah penyakit seperti diabetes, penyakit jantung, hingga kanker.

Walau demikian, pembuatan air nabeez tetap perlu diperhatikan. Jika rendaman kurma atau kismis dibiarkan terlalu lama—umumnya lebih dari tiga hari—maka bisa terjadi proses fermentasi alami. Dalam kondisi tersebut, mikroorganisme yang ada secara alami dapat mengubah gula dalam buah menjadi alkohol meskipun tanpa tambahan ragi.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa fermentasi spontan tersebut dapat menghasilkan etanol, meskipun kadarnya biasanya rendah karena tidak menggunakan ragi secara khusus.

Dalam ajaran Islam, minuman yang memabukkan dilarang untuk dikonsumsi. Larangan ini dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar RA. Dalam riwayat tersebut disebutkan bahwa Rasulullah SAW menjelaskan bahwa khamr dapat berasal dari berbagai bahan seperti anggur, kismis, kurma, gandum, maupun jagung, dan seluruh minuman yang memabukkan dilarang untuk dikonsumsi.

Selain itu, Majelis Ulama Indonesia juga mengatur penggunaan alkohol dalam makanan dan minuman melalui Fatwa MUI Nomor 10 Tahun 2018 mengenai produk yang mengandung alkohol atau etanol.

Dalam fatwa tersebut dijelaskan bahwa etanol yang berasal dari industri khamr tidak boleh digunakan dalam produk halal karena dinilai haram dan najis. Sementara itu, etanol yang berasal dari sumber lain—seperti hasil fermentasi non-khamr atau etanol sintetis—dapat digunakan dengan ketentuan tertentu.

Salah satu batasan yang ditetapkan adalah kadar etanol dalam produk minuman tidak boleh melebihi 0,5 persen dan tidak menimbulkan dampak berbahaya secara medis.

Sementara itu, khamr sendiri umumnya merujuk pada minuman yang diproduksi melalui proses fermentasi sehingga menghasilkan alkohol. Contohnya adalah wine dan beer.

Wine dibuat dari sari buah anggur yang difermentasi dengan bantuan ragi. Dalam proses tersebut, gula alami dalam buah akan diubah menjadi etanol serta gas karbon dioksida.

Adapun beer diproduksi dari bahan dasar serealia seperti jelai yang lebih dahulu diproses menjadi malt. Cairan hasil ekstraksi kemudian difermentasi menggunakan ragi hingga menghasilkan alkohol.

Perbedaan utama antara air nabeez dan khamr terletak pada proses pembuatannya. Air nabeez pada dasarnya hanya berupa air rendaman buah tanpa fermentasi yang disengaja, sedangkan khamr merupakan minuman yang memang diproduksi melalui fermentasi untuk menghasilkan alkohol.(BY)