Wali Peri Buka-bukaan, Setahun JKA–Rahmat Dipuji Tapi Diberi Catatan Tajam

Padang Pariaman – Refleksi satu tahun kepemimpinan John Kenedy Azis dan Rahmat Hidayat (JKA-Rahmat) di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat memunculkan suara penting dari tokoh masyarakat. Tri Suryadi, yang akrab disapa Wali Peri, menyampaikan apresiasi sekaligus sejumlah catatan kritis terhadap jalannya pemerintahan pasangan kepala daerah tersebut selama satu tahun terakhir.

Pernyataan itu disampaikan Wali Peri saat mewakili tokoh masyarakat dalam kegiatan refleksi satu tahun pemerintahan JKA–Rahmat yang digelar di Rumah Dinas Bupati Padang Pariaman, Senin (2/3/2026).

Forum jelang berbuka puasa tersebut dihadiri unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan hingga kalangan pemuda.

Menurutnya, di tengah tekanan efisiensi anggaran dan kondisi keuangan daerah yang tidak mudah, pemerintahan JKA–Rahmat tetap menunjukkan kinerja yang patut diapresiasi. Berbagai program pembangunan tetap berjalan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Di tengah pukulan efisiensi dan tekanan keuangan daerah, pemerintahan JKA–Rahmat tetap bergerak dan mampu bekerja maksimal dengan capaian serta hasil yang nyata,” ungkap Wali Peri di hadapan para undangan.

Ia juga menilai salah satu kekuatan kepemimpinan Bupati John Kenedy Azis adalah jaringan komunikasi yang luas dengan pemerintah pusat. Koneksi tersebut dinilai mampu membuka peluang hadirnya berbagai program strategis yang dapat mempercepat pembangunan di Kabupaten Padang Pariaman.

Namun apresiasi itu tidak membuat Wali Peri menutup mata terhadap berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat.

Ia menyoroti sektor pertanian, khususnya kebutuhan perbaikan jaringan irigasi yang rusak, baik yang telah terjadi sebelum maupun setelah bencana melanda sejumlah wilayah di daerah tersebut.

Selain itu, sektor kesehatan juga menjadi perhatian. Ia berharap pemerintah daerah memberi perhatian lebih terhadap kondisi puskesmas pembantu (pustu) di berbagai nagari yang masih memerlukan perbaikan sarana dan prasarana agar pelayanan kesehatan masyarakat bisa berjalan lebih optimal.

Tak kalah penting, Wali Peri juga menyinggung kondisi dunia pendidikan. Ia menilai masih banyak sekolah yang sarana dan prasarananya belum memadai, termasuk fasilitas dasar seperti MCK yang belum layak.

Menurutnya, inventarisasi menyeluruh terhadap kondisi sekolah perlu dilakukan agar peningkatan kualitas pendidikan bisa berjalan lebih serius.

Meski memberikan catatan kritis, Wali Peri menegaskan dukungan tokoh masyarakat terhadap kepemimpinan JKA–Rahmat.

Ia menyatakan masyarakat akan terus mengawal jalannya pemerintahan hingga akhir masa jabatan, dengan harapan pembangunan ke depan benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat di Padang Pariaman.(bay).