Jakarta – Memasuki 2026, perusahaan logistik berbasis perkeretaapian menatap fase pertumbuhan agresif. Perseroan membidik pendapatan sebesar Rp2,47 triliun dengan laba bersih diproyeksikan mencapai Rp176 miliar.
Angka tersebut menunjukkan lonjakan sekitar 119% dibandingkan capaian 2025 yang tercatat Rp1,1 triliun. Kenaikan ini ditopang oleh ekspansi lini usaha serta peningkatan volume pengiriman di berbagai segmen.
Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, menyampaikan bahwa perseroan menargetkan pertumbuhan yang seimbang antara performa finansial dan operasional.
“Tahun 2026 menjadi fase penting untuk memperkuat kapasitas sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan,” ujarnya pada Selasa (3/3/2026).
Dari sisi operasional, pengangkutan ritel ditargetkan mencapai 165 ribu ton atau melonjak 152% dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun angkutan multikomoditas—meliputi peti kemas, semen, serta komoditas nonbatu bara—diproyeksikan melampaui 9 juta ton, atau tumbuh lebih dari dua kali lipat dibanding realisasi 2025.
Pertumbuhan tersebut salah satunya dipicu oleh peralihan pengelolaan angkutan nonbatu bara di wilayah Jawa. Untuk komoditas batu bara, volume angkutan dipatok sekitar 23 juta ton, meningkat 19% dibandingkan periode sebelumnya.
Perseroan juga membuka peluang ekspansi ke pasar e-commerce, sekaligus memperkuat kapasitas infrastruktur. Beberapa rencana yang tengah dikaji antara lain pengembangan Terminal Ronggowarsito serta penjajakan kerja sama di Kawasan Industri Batang, Jawa Tengah.(BY)






