Solsel,fajarharapan.id – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menyadari kebijakan efisiensi anggaran belanja yang diterapkan pemerintah pusat sejak 2025 berdampak signifikan terhadap keuangan daerah. Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi dana transfer ke kabupaten, tetapi juga anggaran ke nagari yang mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Dampak efisiensi anggaran ini berpengaruh pada perencanaan serta pelaksanaan pembangunan, mulai dari tingkat kabupaten hingga nagari.
Meski demikian, pemerintah daerah menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang untuk tetap menjalankan program pembangunan yang telah direncanakan.
Bupati Kabupaten Solok Selatan, H.Khairunas, menegaskan bahwa semangat membangun daerah tetap terjaga meskipun anggaran berada dalam kondisi efisiensi.
Hal tersebut disampaikannya saat kegiatan Safari Ramadan di Masjid Nurul Iman Jorong Sungai Gadiang Nagari Sungai Kunyit Barat Kecamatan Sangir Balai Janggo Solok Selatan Sumbar,Jum’at (27/2/2026).
“Seluruh program yang tertuang dalam visi dan misi pemerintah kabupaten tetap dilaksanakan, meskipun tidak semuanya bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah( APBD).
Pemerintah daerah terus berupaya mencari sumber pendanaan alternatif, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, seperti pada program pendidikan yang kini dikembangkan menjadi seragam dan sekolah gratis hingga tingkat SMA/sederajat,” kata Khairunas.
Tim 1 yang dipimpin Bupati Solok Selatan itu di dampingi ketua DPRD Solok Selatan Martius dan anggota DPRD Solok Selatan dariĀ fraksi Golkar, Sekdakab Syamsurizaldi, Staf Ahli Bupati, Ass 1.2.3., dan sejumlah OPD, Kabag, Bank Nagari, BPJS Kesehatan, Basarnas, instansi vertikal ,PWI dan sejumlah awak media
Disambung Khairunas, selain pendidikan, program Satu Jorong Satu Rumah Tahfidz dengan 432 Rumah Tahfidz dan 3.628 hafidz dan hafidzah tetap dilanjutkan. Di bidang kesehatan, sebanyak 99,07 persen masyarakat telah tercover jaminan kesehatan nasional, sementara dukungan terhadap UMKM juga terus ditingkatkan agar mampu bersaing dan naik kelas.
Pemerintah kabupaten pun mengajak masyarakat untuk terus mendukung pelaksanaan program pembangunan demi kemajuan Solok Selatan.
(sdw)






