Jakarta – Hujan deras yang melanda Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, sejak Kamis (26/2/2026) malam hingga Jumat (27/2/2026) siang menyebabkan tanah longsor di beberapa titik. Peristiwa ini merusak empat rumah warga dan menutup sebagian ruas jalan kabupaten serta provinsi.
Di Pedukuhan Crangah, Kalurahan Hargotirto, tanah mengalami retakan yang mengancam bangunan di sekitarnya. Sementara itu, di Pedukuhan Anjir, Kalurahan Hargorejo, tembok kamar tidur milik Sutarno ambruk, menimpa tempat tidur serta peralatan rumah tangga akibat material tanah dan batu yang jatuh.
“Pagi tadi hujan cukup lebat, lalu terjadi longsor kecil setelah Jumatan. Saat saya baru selesai membersihkan dan melangkah pergi, longsor susulan terjadi dengan skala lebih besar sehingga tembok kamar saya jebol. Tebing longsornya sekitar 6 meter lebar dan 8 meter tinggi,” ungkap Sutarno.
Selain rumah warga, talud di Jalan Kabupaten Tirto–Gunung Ijo juga ambruk sepanjang 20 meter dengan kedalaman 20 meter. Beruntung, di bawah talud tersebut tidak terdapat rumah sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kulonprogo segera melakukan asesmen lokasi dan menyalurkan bantuan berupa sembako serta terpal untuk menutup area longsor agar tidak semakin parah jika hujan kembali turun.
Kasi Darlog BPBD Kulonprogo, Budi Prastawa, menyampaikan, “Cuaca ekstrem sejak Kamis malam hingga Jumat siang membuat rumah dan jalan terdampak longsor. Saat ini, tim TRC masih terus melakukan pemantauan dan asesmen di lapangan.”
Berdasarkan data sementara BPBD, longsor merusak empat rumah, menimbun dua jalan kabupaten dan satu jalan provinsi, serta merobohkan talud. Seluruh warga dilaporkan selamat tanpa korban jiwa.(des*)






