Mentan Amran Targetkan Kontrak Cetak Sawah 101 Ribu Hektare Rampung Sebulan

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mempercepat program cetak sawah 101.000 hektare.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mempercepat program cetak sawah 101.000 hektare.

JakartaAndi Amran Sulaiman meminta percepatan realisasi kontrak program cetak sawah rakyat (CSR) seluas 101 ribu hektare yang ditargetkan rampung dalam satu bulan mendatang. Ia menegaskan seluruh jajaran Kementerian Pertanian, bersama TNI dan pemangku kepentingan lain, harus bergerak cepat agar target tersebut tercapai tepat waktu.

Dalam pernyataan resminya, Kamis (26/2/2026), Amran menekankan sisa waktu yang terbatas menjadi alasan seluruh pihak perlu bekerja ekstra. Menurutnya, penyelesaian kontrak cetak sawah ini merupakan langkah krusial dalam memperkuat fondasi produksi pangan nasional.

Adapun percepatan program difokuskan di sejumlah wilayah prioritas, antara lain Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Papua Selatan (Merauke), Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Papua Barat Daya, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Jambi, Bengkulu, Kalimantan Barat, Riau, dan Kalimantan Utara.

Amran menjelaskan, keterlibatan TNI menjadi bagian dari sinergi lintas sektor guna mengantisipasi ancaman ketahanan pangan global. Ia menyoroti ketidakpastian iklim dunia, termasuk potensi El Nino, yang dinilai dapat memengaruhi produksi pertanian jika tidak diantisipasi sejak dini.

Menurutnya, pengalaman krisis pangan global saat El Nino 2023–2024, ketika sejumlah negara membatasi ekspor beras, harus menjadi pelajaran penting. Indonesia, dengan jumlah penduduk besar, tidak boleh bergantung pada pasokan luar negeri. Karena itu, pembukaan lahan sawah baru dinilai strategis untuk mendongkrak produksi dalam negeri.

Amran juga menyampaikan apresiasi atas capaian swasembada yang sebelumnya diraih lebih cepat dari jadwal. Ia menyebut keberhasilan tersebut lahir dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, hingga petani serta penyuluh pertanian lapangan (PPL).

Ia menegaskan, semangat kolaborasi yang sama harus terus dijaga demi menuntaskan target kontrak cetak sawah hingga Maret 2026. Seluruh sumber daya, kata dia, perlu dimaksimalkan agar tidak ada hambatan di lapangan.

“Ini momentum penting. Kita harus fokus dan bergerak bersama agar target satu bulan ke depan bisa diselesaikan dengan optimal,” tegasnya.(BY)