Solsel  

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Khairunas Pastikan Program Pendidikan hingga Rumah Tahfidz Tetap Jalan

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Khairunas Pastikan Program Pendidikan hingga Rumah Tahfidz Tetap Jalan
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Khairunas Pastikan Program Pendidikan hingga Rumah Tahfidz Tetap Jalan
Solok Selatan, fajarharapan.id – Di tengah kebijakan pembatasan anggaran yang berdampak hingga ke daerah, Bupati Solok Selatan, H. Khairunas, menegaskan komitmennya untuk tetap melanjutkan program pembangunan. Penegasan itu disampaikan saat memimpin langsung Tim Safari Ramadhan (TSR) I Pemerintah Kabupaten Solok Selatan ke Masjid Mr Syafrudin Prawira Negara, Jorong Simpang Tigo, Nagari Bidar Alam, Kecamatan Sangir Jujuan, Rabu (25/2/2026).

Kunjungan hari ketiga TSR tersebut turut dihadiri sejumlah anggota DPRD Solok Selatan, Sekdakab Syamsurizaldi, perwakilan instansi vertikal, kepala OPD, Baznas, Bank Nagari, BPJS Kesehatan, Kabag Kesra, PWI, serta awak media. Kehadiran lengkap jajaran pemerintah ini menjadi bukti keseriusan Pemkab dalam menjalin silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.

Khairunas mengakui bahwa sejak 2025 kebijakan pembatasan belanja pemerintah pusat berdampak signifikan terhadap keuangan daerah. Dana transfer ke kabupaten berkurang, bahkan alokasi ke nagari pun mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Kondisi ini tentu berpengaruh terhadap perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, mulai dari tingkat kabupaten hingga nagari,” ujarnya.

Meski demikian, Khairunas menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak akan mematahkan semangat untuk terus membangun Solok Selatan. Ia memastikan seluruh program prioritas yang tertuang dalam visi dan misi tetap dijalankan, meskipun tidak sepenuhnya bertumpu pada APBD. “Anggaran kita memang dalam kondisi penghematan, tetapi ini tidak mematahkan semangat untuk terus membangun Solok Selatan,” tegasnya.

Salah satu program yang terus menjadi perhatian adalah sektor pendidikan. Jika sebelumnya pemerintah daerah menggulirkan program seragam gratis, ke depan kebijakan tersebut akan dievaluasi dan diperluas menjadi program sekolah gratis. Untuk merealisasikannya, Pemkab Solok Selatan telah menggandeng Pemerintah Provinsi Sumatera Barat agar program dapat menjangkau hingga tingkat SMA/SMK/sederajat.

Di bidang keagamaan, program Satu Jorong Satu Rumah Tahfidz juga terus dilanjutkan. Saat ini tercatat 432 Rumah Tahfidz dengan 3.628 hafidz dan hafidzah tersebar di berbagai nagari. Program ini tidak hanya bertujuan mencetak generasi Qurani, tetapi juga membangun karakter dan akhlak generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan.

Terkait program nasional, Khairunas menyebut kebijakan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto berupa Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mulai dilaksanakan di Solok Selatan. Meski belum menjangkau seluruh sekolah, pemerintah daerah memastikan pelaksanaannya dilakukan secara bertahap hingga merata.

Sementara itu, di sektor kesehatan, capaian Universal Health Coverage (UHC) di Solok Selatan telah mencapai 99,07 persen. Artinya, hampir seluruh masyarakat telah terdaftar dalam jaminan kesehatan nasional. Bupati menegaskan, masyarakat cukup membawa KTP untuk mendapatkan layanan di puskesmas maupun rumah sakit.

Dukungan terhadap pelaku UMKM juga terus diperkuat. Pemerintah daerah mendorong peningkatan kapasitas dan daya saing usaha mikro agar mampu naik kelas dan bersaing dengan daerah lain di Sumatera Barat. “Tentu kita harus yakin dan bersama-sama memastikan Solok Selatan tidak tertinggal dari kabupaten/kota lain di Sumatera Barat,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Pemkab Solok Selatan juga menyerahkan sejumlah bantuan secara simbolis. Di antaranya hibah pembangunan masjid sebesar Rp30 juta, bantuan Baznas Rp40,5 juta, bantuan lansia Rp20 juta, serta bantuan pendidikan Rp25,5 juta.

Pengurus Masjid Mr Syafrudin Prawira Negara, Musril, mengapresiasi atas kunjungan TSR yang dipimpin langsung oleh bupati. Ia menjelaskan, pihak masjid terus melakukan pembenahan, termasuk pembelian lahan parkir dan pembangunan fasilitas pelaksanaan fardu kifayah. Selain itu, kegiatan keagamaan seperti yasinan rutin setiap pekan juga terus berjalan sebagai upaya memperkuat syiar Islam di tengah masyarakat.

Kegiatan Safari Ramadhan ditutup dengan tausiah yang disampaikan Ustaz Adri Wahyudi, menambah kekhidmatan suasana malam itu. Melalui momentum Ramadhan, pemerintah daerah berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat semakin kuat, terutama dalam menghadapi tantangan pembangunan di tengah keterbatasan anggaran.(Sdw)