Kotim  

Pasar Ramadhan Kotim Ditargetkan “Cetak” Rp3,5 Miliar

Pasar Ramadhan Kotim Ditargetkan “Cetak” Rp3,5 Miliar
Pasar Ramadhan Kotim Ditargetkan “Cetak” Rp3,5 Miliar

Sampit, fajarharapan.id – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mematok target ambisius pada penyelenggaraan Pasar Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Perputaran uang selama satu bulan penuh diproyeksikan menembus Rp3,5 miliar, angka yang disebut-sebut lebih tinggi dibanding capaian tahun-tahun sebelumnya.

Kepala DKUKMPP Kotim, Johny Tangkere, menyampaikan optimisme itu setelah melihat lonjakan pengunjung dalam sepekan pertama penyelenggaraan. Sejak dibuka, Kamis (19/2), aktivitas transaksi dinilai berlangsung sangat dinamis, bahkan disebut lebih ramai dibandingkan pasar Ramadhan pada periode sebelumnya.

Menurutnya, kepadatan arus pengunjung menjadi indikator kuat bahwa target ekonomi yang disusun bukan sekadar asumsi di atas kertas. Setiap sore hingga menjelang waktu berbuka, kawasan pasar dipadati warga yang berburu takjil, makanan siap saji, hingga kebutuhan berbuka puasa lainnya. Intensitas transaksi yang masif di lapangan disebut menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha kecil.

Pemkab Kotim membagi proyeksi perputaran uang Rp3,5 miliar itu ke dalam tiga sektor utama. Sektor terbesar berasal dari transaksi kuliner di area bazar yang diperkirakan menyumbang hingga Rp2 miliar. Angka ini dihitung dari rata-rata omzet harian pedagang yang dikalikan selama satu bulan penyelenggaraan.

Sektor kedua berasal dari efek ekonomi turunan di sekitar kawasan pasar. Aktivitas parkir, belanja di luar zona utama, hingga transaksi di warung dan toko sekitar diproyeksikan menghasilkan Rp1 miliar. Artinya, dampak ekonomi Pasar Ramadhan tidak hanya dirasakan pedagang di dalam area resmi, tetapi juga pelaku usaha di sekitarnya.

Sementara itu, kontribusi langsung terhadap kas daerah ditargetkan mencapai Rp50 juta yang bersumber dari retribusi parkir dan kebersihan. Pemerintah daerah menilai angka tersebut realistis seiring meningkatnya volume pengunjung setiap hari.

Johny menegaskan, Pasar Ramadhan bukan sekadar agenda musiman. Ia menyebut kegiatan ini selaras dengan arahan Bupati agar momentum Ramadhan dimanfaatkan sebagai penggerak ekonomi daerah. Kehadiran pasar diharapkan mampu memperkuat daya beli masyarakat sekaligus membuka ruang usaha bagi pelaku UMKM lokal.

Tahun ini, sekitar 130 pedagang ambil bagian dalam penyelenggaraan. Mereka dibagi ke dalam dua zona berbeda. Zona kuliner lokal berlokasi di Jalan S. Parman, sisi selatan Taman Kota Sampit. Di kawasan ini terdapat 70 pedagang, dengan komposisi 42 penjual kue tradisional, 17 pedagang minuman segar, enam pedagang asongan, serta tujuh dealer dan distributor pangan.

Klaster ini menjadi etalase produk-produk khas daerah yang selama ini menjadi favorit masyarakat saat berbuka. Kue basah tradisional, jajanan pasar, hingga minuman segar berbahan lokal mendominasi lapak-lapak yang berjejer rapi setiap sore.

Sementara itu, zona kuliner modern dipusatkan di Jalan Yos Sudarso, tepat di depan Swalayan UMKM, bekerja sama dengan UMKM Harati. Area ini menampung 60 stan yang menyajikan menu kekinian, mulai dari makanan cepat saji, dessert modern, hingga minuman tren terbaru yang menyasar kalangan muda.

Dengan komposisi tersebut, pemerintah daerah menilai Pasar Ramadhan tahun ini memiliki daya tarik lebih luas, tidak hanya bagi pemburu takjil tradisional tetapi juga generasi muda yang menginginkan variasi kuliner modern. Namun di tengah optimisme proyeksi miliaran rupiah itu, publik tetap menanti realisasi konkret di akhir Ramadhan, apakah target Rp3,5 miliar benar-benar tercapai, atau sekadar angka ambisius yang sulit diverifikasi?, (Av/S)