Dihadapan Ratusan Jamaah Tarwih, Malam ke Dua Tim V, TSR Pemko Solok Serap Aspirasi Masyarakat di Masjid Nurul Ulya Payo

Kota Solok, fajarharapan.id – Malam ke dua kunjungan Tim V, TSR Pemko Solok, setapa aspirasi masyarakat di Masjid Nurul Ulya Payo Kelurahan Tanah Garam pada Minggu malam, (22/02).

Tim V, TSR Pemko Solok yang dikoordinatori oleh Dandim 0309 Solok Letkol Inf Sugeng Riyadi sebagai Ketua Tim. Diikuti Irwan Sariin Anggota DPRD Kota Solok selalu Wakil Ketua Tim dan Taufik Rusli, S.Pt MM Sekretaris PUPKM selalu Sekretaris Tim. Keutuhan anggota Tim juga menghadirkan, Zahirman dari Kabag PBI selalu anggota, diikuti Feri Hendra Sekretaris PTSP, DR.M.Hidayat Ediz, Rektor STAI, Pimpinana Bank Mandiri Solok Judo Alfajan Putra, Raunis Roni dari Media Fajarharapan, Yutiswandi Harian Haluan, dan Niko Irawan dari media Ayosumbar masing-masingnya sebagai anggota Tim.

Dihadapan ratusan jemaah tarwih di Masjid Nurul Ulya Payo Kelurahan Tanah Garam, Ketua tim yang diwakili oleh Wakil Ketua Irwan Sariin menyampaikan. Selain kunjungan tim Ramadhan Pemko Solok di bulan Ramadhan 1447 H, tahun 2026 ini kemasjid-masjid yang ada di Pemko Solok. Tim juga menyampaikan keberhasilan Langkah dan kemajuan Pembangunan Kota Solok sejak tahun 2025 Sampai tahun 2026 ini.

Hal itu sesuai Visi besar Walikota Solok yang telah diprogramkan, yakni Penguatan Fondasi Transformasi Menuju Solok Kota Madani. Kerja nyata yang dilaksanakan oleh dued pasangan Walikota Solok DR. H.Ramadhani Kirana Putra bersama Suryadi Nurdal, SH selaku Wakil Walikotanya, dengan sinerji yang padu dengan Seluruh kepala OPD, dengan dukungan seluruh Komisi yang ada di DPRD Kota Solok, dan peran aktif semua elemen masyarakat Kota Solok.

Terlihat nyata arah pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik dan ekonomi semata. Akan tetapi juga pada penguatan nilai religius, tata kelola pemerintahan yang baik, kesejahteraan sosial, serta peningkatan daya saing daerah.

Irwan Sariin menyatakan, dengan komitmen, kerja nyata, dan keberpihakan kepada rakyat, satu tahun dapat menjadi fondasi perubahan dengan semakin utuh dan kuat. Meski di tahun pertama kepemimpinan dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan. Tantangan kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat mempersempit ruang fiskal daerah. Di sisi lain, beban tunda bayar Tahun Anggaran 2024 menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara bertanggung jawab.

“Dalam keterbatasan tersebut, fondasi transformasi mulai diletakkan. Prioritas pembangunan difokuskan pada pelayanan dasar, penguatan kualitas sumber daya manusia, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Konsolidasi birokrasi dilakukan melalui optimalisasi pendapatan daerah, pengendalian belanja, serta peningkatan akuntabilitas dan transparansi keuangan,”ujarnya.

Namun langkah-langkah ini menjadi pijakan penting dalam membangun tatakelola pemerintahan yang bersih, profesional, dan berintegritas, sebagai fondasi utama mewujudkan Solok Kota Madani. Di bidang kesehatan, komitmen menghadirkan layanan yang merata dan berkelanjutan diwujudkan melalui perluasan Universal Health Coverage.

Dikatakan Irwan Sariin, diakui atau tidak, hingga Desember 2025, sebanyak16.916 jiwa dibiayai oleh Pemerintah Kota Solok, dengan cakupan UHC mencapai 98,7 persen dan tingkat keaktifan kepesertaan sebesar 91,72 persen. Atas capaian tersebut, Pemerintah Kota Solok menerima Penghargaan UHC Award kategori Madya.

Ia menyebut, sebagai bentuk pengakuan atas komitmen menghadirkan jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat. Perlindungan sosial juga diperkuat melalui program BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan, untuk 2.260 pekerja rentan (buruh bangunan, tukang ojek, pekerja informal) yang mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.

“Pemerintah Kota Solok juga menyediakan program pembayaran rekening air Air PDAM gratis untuk seluruh masjid dan mushalla. Untuk menjamin akses pendidikan yang setara, Pemerintah Kota Solok menghadirkan Program Bantuan Seragam dan Perlengkapan Sekolah Gratis bagi peserta didik SMP kurang mampu,”terangnya.

Ia memaparkan, pada tahun 2025, program ini menjangkau 252 siswa. Menariknya, pengadaan seragam dan perlengkapan sekolah melibatkan pedagang serta pelaku UMKM Kota Solok, sehingga program ini tidak hanya membantu siswa, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal. Program beasiswa ke Timur Tengah tetap dilanjutkan, dengan 16 mahasiswa menerima dukungan pendidikan.

“Pemerintah Kota Solok juga memberikan bantuan keberangkatan bagi 11 mahasiswa jalur mandiri. Selain itu, kerjasama pendidikan diperluas melalui beasiswa bersama Batam Tourism Polytechnic bagi dua mahasiswa. Komitmen membuka akses pendidikan global semakin diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahaman beasiswa ke kawasan Eropa dan Asia bersama PTSTEP International Services,”terangnya.

Kemudian pada sektor ekonomi dan pariwisata, pengembangan potensi lokal terusdi akselerasi, Salah satu langkah strategis diwujudkan melalui penataan dan pengembangan kawasan sport tourism Puncak Garunun Bidadari Payo sebagai destinasi unggulan berbasis alam. Kawasan ini dikembangkan tidak hanya sebagai ruang rekreasi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Peningkatan kunjungan wisata diharapkan membuka peluang usaha baru, memperkuat peran UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Juga penguatan pariwisata berbasis alam dan olahraga ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi ekonomi daerah, sekaligus menegaskan posisi Kota Solok sebagai kota yang berdaya saing, adaptif, dan berkarakter. Reformasi birokrasi menjadi salah satu fokus utama pada tahun pertama kepemimpinan ini. Sistem pelayanan publik dibenahi, struktur organisasi ditata lebih efisien, dan integritas aparatur diperkuat. Semua diarahkan untuk menghadirkan pemerintahan yang efektif, transparan, dan benar-benar hadir melayani masyarakat.

Penghujung tahun 2025 menjadi ujian berat ketika bencana hidrometeorologi berupa angin kencang yang disusul banjir bandang melanda wilayah Kota Solok. Dalam situasi darurat tersebut, Walikota dan Wakil Walikota turun langsung memimpin penanganan, mengoordinasikan perangkat daerah, serta bersinergi dengan TNI, Polri, dan para relawan. Respons yang cepat, terukur, dan kolaboratif tersebut mencerminkan kepemimpinan yang hadir dan melayani. Respons cepat Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam memimpin penanganan bencana memastikan masyarakat tidak berjalan sendiri menghadapi ujian.

Satu tahun kepemimpinan ini adalah fase konsolidasi dan peletakkan fondasi transformasi. Tantangan fiskal, keterbatasan anggaran, hingga ujian bencana bukan menjadi penghalang, melainkan momentum untuk memperkuat langkah menuju Solok Kota Madani, kota yang religius, berkeadaban, maju, dan menyejahterakan.(Roni)

Penulis: RoniEditor: Tem Redaksi