HANOI – Aroma persaingan menjelang bergulirnya Piala AFF 2026 kian terasa panas. Di tengah upaya Timnas Indonesia memperkuat komposisi tim lewat pemain naturalisasi yang merumput di Eropa, media Vietnam, BTV, justru melontarkan keraguan terhadap peluang skuad Garuda menjadi kampiun turnamen yang kini dikenal sebagai ASEAN Cup itu.
Media tersebut berpandangan bahwa keberadaan pemain diaspora dari kompetisi Belanda, Belgia, maupun Italia tidak otomatis membuat Indonesia unggul atas rival-rivalnya di Asia Tenggara. Menurut mereka, kualitas individu yang ditempa di liga Eropa belum tentu berbanding lurus dengan dominasi di level regional.
Dalam laporannya yang dikutip pada Senin (23/2/2026), BTV menulis bahwa sekalipun Indonesia dapat menurunkan para pemain naturalisasi yang kembali dari Eropa pada edisi ASEAN Cup Juli–Agustus mendatang, kekuatan mereka belum tentu melampaui Vietnam.
Percaya Diri Vietnam di Era Kim Sang-sik
Optimisme publik Vietnam disebut bertumpu pada perkembangan tim di bawah arahan pelatih asal Korea Selatan, Kim Sang-sik. Media setempat menilai periode kekalahan Vietnam dari Indonesia sepanjang 2023 hingga awal 2024, baik di Piala Asia maupun Kualifikasi Piala Dunia, tak lagi relevan dijadikan acuan kekuatan saat ini.
Struktur permainan Vietnam dianggap semakin solid dengan kedalaman skuad yang merata. Pendekatan taktik Kim diyakini mampu meredam intensitas permainan Indonesia apabila kedua tim kembali berhadapan, terutama di fase grup.
Bagi mereka, keberhasilan di lapangan tak semata ditentukan reputasi pemain atau klub tempat bernaung, melainkan kestabilan performa dan kekompakan tim.
Tantangan untuk John Herdman
Sorotan lain tertuju pada potensi kendala pelepasan pemain. Karena turnamen berlangsung di luar kalender resmi FIFA pada Juli–Agustus, ada tanda tanya besar apakah seluruh pemain Indonesia yang berkarier di Eropa bisa mendapatkan izin dari klub masing-masing.
Situasi tersebut dinilai berpotensi mengurangi kekuatan optimal skuad Garuda. Di sisi lain, ajang ini akan menjadi ujian penting bagi pelatih anyar Indonesia, John Herdman.
Pelatih asal Inggris itu dituntut mampu menyatukan talenta lokal dan diaspora menjadi kombinasi yang efektif. Dengan catatan panjang Indonesia sebagai finalis tanpa gelar di Piala AFF, Herdman memikul target besar: mengakhiri reputasi sebagai spesialis runner-up sekaligus menjawab keraguan dari rival regional.(BY)






