Padang, fajarharapan.id – Meski mayoritas pelanggan sudah kembali menikmati aliran air bersih secara normal, manajemen Perumda Air Minum Kota Padang memastikan pekerjaan belum sepenuhnya selesai. Masih ada sebagian kecil warga yang belum terlayani optimal, dan kondisi itu dinilai tidak boleh dibiarkan berlarut.
Direktur Utama Perumda AM Padang, Hendra Pebrizal, menyatakan bahwa gangguan layanan, sekecil apa pun persentasenya, tetap menjadi persoalan serius. Air bersih, menurutnya, adalah kebutuhan dasar yang menyangkut hajat hidup masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Hendra usai mengikuti rapat koordinasi bersama Komisi II DPRD Padang, Kamis (22/1/2026). Dalam forum itu, ia memaparkan capaian layanan sekaligus langkah percepatan penanganan yang sedang dilakukan.
Secara umum, tingkat pelayanan telah menyentuh angka 98,3 persen atau sekitar 127 ribu pelanggan. Angka ini menunjukkan pemulihan yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Namun, sekitar 1,7 persen pelanggan—atau kurang lebih 2.165 sambungan rumah—masih mengalami gangguan distribusi. Wilayah inilah yang kini menjadi fokus utama tim teknis.
Sebagai solusi sementara, Perumda AM mengoperasikan mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih langsung ke titik-titik terdampak. Selain itu, perusahaan juga menempatkan tandon atau tedmon di sejumlah lokasi strategis agar warga memiliki akses cadangan air.
Langkah darurat tersebut dilakukan sambil menunggu penyempurnaan sistem distribusi hingga benar-benar stabil. Hendra menegaskan bahwa perusahaan tidak ingin ada pelanggan yang terlalu lama terdampak.
Untuk masyarakat yang bukan pelanggan Perumda AM namun ikut terdampak kondisi pascabencana, penanganannya berada dalam koordinasi Pemerintah Kota Padang melalui BPBD.
Kendati demikian, Perumda AM tetap mendukung penyediaan sumber air bagi kebutuhan bantuan tersebut. Air diambil dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Palukan di Lubuk Minturun dan IPA Sikayan di Ulu Gadut.
Proses penyaluran melibatkan sejumlah instansi, seperti BPBD, PMI, dan Dinas PUPR, guna memastikan distribusi berjalan efektif dan tepat sasaran.
Hendra menegaskan bahwa sisa gangguan layanan ini merupakan tanggung jawab yang harus segera dituntaskan. Ia memastikan seluruh jajaran terus bekerja agar pelayanan air bersih di Kota Padang kembali 100 persen normal dalam waktu dekat.(Ft)






