Perumda AM Padang Kebut Pemulihan, Jalur Pipa Gunung Nago Rusak Parah Dihantam Banjir

Perumda AM Padang Kebut Pemulihan, Jalur Pipa Gunung Nago Rusak Parah Dihantam Banjir
Perumda AM Padang Kebut Pemulihan, Jalur Pipa Gunung Nago Rusak Parah Dihantam Banjir

Padang, fajarharapan.id – Dampak banjir bandang yang menerjang sejumlah kawasan di Kota Padang masih menyisakan persoalan pada layanan air bersih. Hingga kini, sekitar 2,3 persen pelanggan di wilayah Padang Utara belum kembali menikmati distribusi air secara normal akibat kerusakan infrastruktur utama.

Kerusakan terparah terjadi pada jembatan pipa di kawasan Gunung Nago. Jalur tersebut merupakan saluran vital yang selama ini memasok air bersih ke wilayah utara kota. Terjangan arus dan material banjir menyebabkan struktur pipa transmisi mengalami kerusakan berat sehingga aliran air terputus.

Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menjelaskan bahwa pihaknya bergerak cepat melakukan langkah pemulihan. Menurutnya, perbaikan tidak bisa dilakukan secara instan karena menyangkut sistem jaringan distribusi skala besar yang harus dipastikan aman sebelum kembali difungsikan.

Untuk mempercepat normalisasi suplai, Perumda AM menggandeng PT Hutama Karya dalam pemasangan pipa transmisi jalur dua di Intake Palukahan. Jalur alternatif ini dirancang sebagai pengaman tambahan agar suplai ke Padang Utara, termasuk kawasan Lubuk Buaya, bisa lebih stabil.

Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi teknis jangka menengah agar sistem distribusi memiliki redundansi. Dengan adanya jalur kedua, risiko gangguan total akibat kerusakan satu titik infrastruktur dapat diminimalkan di masa mendatang.

Sembari proses konstruksi berjalan, perusahaan daerah itu juga mengoperasikan layanan darurat melalui distribusi air menggunakan mobil tangki. Sebanyak 15 armada dikerahkan setiap hari untuk melayani kawasan terdampak.

Mobil tangki beroperasi sejak pagi hingga sekitar pukul 02.00 WIB. Penyaluran dilakukan secara bergilir dengan skema prioritas pada permukiman yang sama sekali belum mendapatkan aliran air.

Adhie menegaskan bahwa kebutuhan dasar masyarakat menjadi perhatian utama. Koordinasi lintas unit internal dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan efektif, termasuk penyesuaian jadwal dan titik layanan.

Di sisi lain, tantangan juga muncul di wilayah pusat kota. Tingginya tingkat kekeruhan air baku di Intake Kampung Koto akibat lumpur dan material bawaan banjir membuat proses pengolahan harus dilakukan lebih intensif.

Kondisi tersebut memaksa petugas meningkatkan tahapan penyaringan dan penjernihan agar air yang diproduksi tetap memenuhi standar kualitas. Proses produksi pun membutuhkan waktu lebih lama dibanding kondisi normal.

Perumda AM memastikan bahwa aspek mutu tidak akan dikompromikan. Air yang disalurkan ke pelanggan harus tetap sesuai standar kesehatan, meskipun konsekuensinya distribusi dilakukan secara bertahap.

Manajemen berharap perbaikan infrastruktur di Gunung Nago dapat segera rampung sehingga layanan air bersih bagi seluruh pelanggan, khususnya di Padang Utara, dapat kembali pulih sepenuhnya dalam waktu dekat.(*)