Padang – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah meminta dukungan Komisi II DPR RI agar dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk provinsi tersebut, yang semula batal dipotong, segera dicairkan oleh Kementerian Keuangan.
Gubernur Mahyeldi juga menekankan pentingnya pengiriman TKD disertai petunjuk pelaksanaan dan teknis (juklak dan juknis), agar pemanfaatannya di daerah berjalan sesuai prosedur.
“Sebagai daerah terdampak bencana, kami membutuhkan dana besar untuk pemulihan. Kami berharap TKD yang tidak jadi dipotong segera ditransfer ke Sumbar, lengkap dengan juklak dan juknis, sehingga kami tidak salah dalam memanfaatkan dana tersebut,” ujar Mahyeldi saat rapat bersama Komisi II DPR RI di Auditorium Gubernuran, Jumat (20/2/2026).
Dalam kesempatan itu, Gubernur Mahyeldi memaparkan kondisi terkini pasca bencana hidrometeorologi di 16 kabupaten/kota terdampak. Ia memperkirakan total kerugian dan kerusakan mencapai Rp33,5 triliun.
“Jumlah korban tercatat 267 meninggal dunia, 70 hilang, 382 luka-luka, dan 10.854 jiwa mengungsi. Total masyarakat terdampak diperkirakan lebih dari 230 ribu jiwa,” ungkapnya.
Untuk mendukung transparansi, Pemprov Sumbar menggunakan website Satu Data Kebencanaan, yang dapat diakses publik melalui dashboardbencana.sumbarprov.go.id. “Informasi ini kami sediakan agar masyarakat bisa memantau penanganan bencana secara terbuka,” tambah Mahyeldi.
Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Aria Bima menegaskan kunjungannya ke Sumbar bersama rombongan merupakan bentuk perhatian terhadap kondisi masyarakat pasca bencana pada November tahun lalu.
Sebelum pertemuan dengan Gubernur, rombongan telah meninjau sejumlah lokasi terdampak di Kota Padang untuk melihat langsung kondisi masyarakat. “Kami ingin memastikan persoalan di lapangan, apa yang sudah dilakukan, yang belum, dan prioritas penanganannya,” kata Aria Bima.
Mengenai dana TKD, Aria Bima memastikan Komisi II DPR RI akan menyampaikan aspirasi ini dalam pertemuan dengan kementerian terkait.
Rombongan Komisi II DPR RI yang hadir antara lain Bahtra, S. PWK, Giri Rahmanda N. Kiemas, Romi Soekarno, SH, Heri Gunawan, SE, MAP, Cindy Monica Salsabila Setiawan, SM, Dr. H. Mardani Ali Sera, M. Eng, beserta pendamping dari Komisi II DPR RI.(des*)






