Jakarta – realme 15 Pro 5G menjadi varian paling tinggi di lini angka realme yang meluncur pada akhir 2025. Diposisikan sebagai ponsel kelas menengah, perangkat ini menawarkan kombinasi performa kencang, baterai jumbo, serta sederet fitur berbasis kecerdasan buatan (AI).
Isi Kotak Penjualan
Dalam paket pembelian, pengguna akan mendapatkan unit ponsel, adaptor pengisian cepat SuperVOOC 80W, kabel USB, casing silikon bening, buku panduan, serta SIM ejector.
Desain dan Layar
Secara tampilan, realme 15 Pro 5G mengusung desain ramping dengan layar melengkung (curved) yang membuatnya nyaman digenggam. Bobotnya sekitar 187 gram, sehingga relatif ringan untuk penggunaan lama, termasuk bermain gim.
Bagian belakangnya memiliki finishing mengilap dengan modul kamera berbentuk kotak di sudut kanan atas. Varian yang diuji menampilkan motif menyerupai marmer. Di area modul kamera terdapat fitur Pulse Light, lampu RGB yang bisa menyala saat ada notifikasi atau musik, dan dapat diatur maupun dimatikan melalui pengaturan.
Rangkanya dilapisi material yang menyerupai logam. Tombol volume dan daya berada di sisi kiri, sedangkan bagian bawah memuat speaker, slot dual SIM, serta port USB-C. Ponsel ini sudah mengantongi sertifikasi IP68 dan IP69 untuk ketahanan terhadap debu dan air.
Layarnya memakai panel AMOLED curved 6,8 inci dengan refresh rate hingga 144Hz dan tingkat kecerahan puncak 4.500 nits. Proteksi Corning Gorilla Glass 7i melindungi dari goresan. Kamera depan 50 MP ditempatkan dalam punch hole di tengah atas, sementara sensor sidik jari tertanam di bawah layar.
Performa dan Gaming
Di sektor dapur pacu, perangkat ini ditenagai chipset Snapdragon 7 Gen 4 yang dipadukan RAM 12GB serta opsi penyimpanan 256GB atau 512GB. Skor AnTuTu yang menembus 1,1 juta menunjukkan performa yang kompetitif di kelasnya. Kemampuan NPU-nya diklaim meningkat signifikan untuk menunjang fitur AI.
Fitur GT Boost turut disematkan guna mengoptimalkan performa saat bermain gim. Game seperti Honor of Kings dapat berjalan stabil di 60 fps dengan grafis tinggi. Untuk judul FPS seperti Delta Force, pengaturan grafis tertinggi masih mampu dijalankan dengan cukup lancar, meski sesekali terjadi penurunan frame ringan.
Sistem pendingin vapor chamber berukuran besar membantu menjaga suhu tetap terkendali. Namun, saat menjalankan gim berat seperti Genshin Impact atau Arknights: Endfield, perangkat terasa lebih cepat hangat, meski masih dalam batas wajar untuk spesifikasi tersebut.
Fitur AI Edit Genie
Salah satu daya tariknya adalah AI Edit Genie, fitur pengeditan foto berbasis perintah suara atau teks. Pengguna bisa mengganti latar, menghapus objek, hingga memperindah gambar melalui prompt sederhana.
Hasilnya cukup baik jika proses berjalan optimal, bahkan tanpa watermark. Namun, akurasi perintah terkadang belum konsisten dan perlu pengulangan agar mendapatkan hasil sesuai harapan. Selain itu, tersedia pula integrasi Google Gemini sebagai asisten AI bawaan. Sayangnya, cukup banyak aplikasi prainstal (bloatware) yang mungkin mengganggu sebagian pengguna.
Baterai dan Pengisian Daya
Baterai berkapasitas 7.000 mAh menjadi salah satu keunggulan utama. Untuk penggunaan normal seperti media sosial dan streaming, daya tahannya bisa mencapai seharian penuh. Saat dipakai bermain gim berat pun, baterai tetap tergolong awet.
Teknologi SuperVOOC 80W memungkinkan pengisian hingga penuh dalam waktu kurang dari satu jam. Tersedia pula fitur bypass charging yang berguna saat bermain gim sambil mengisi daya agar suhu dan kesehatan baterai tetap terjaga.
Kamera
Di bagian belakang terdapat dua kamera utama, yakni sensor 50 MP Sony IMX896 dan ultrawide 50 MP, serta kamera depan 50 MP. Meski modulnya terlihat memiliki tiga lingkaran, tidak tersedia lensa telephoto—zoom dilakukan secara digital.
Kualitas foto dari kamera utama tergolong tajam baik di kondisi terang maupun minim cahaya. Kamera ultrawide juga mampu menangkap detail dengan baik. Semua kamera mendukung perekaman 4K 60 fps dengan EIS.
Namun, pada mode 4K 60 fps ditemukan sedikit gangguan stabilisasi yang membuat video terasa berguncang. Mode 4K 30 fps justru lebih stabil dan cocok untuk kebutuhan vlog.
Kesimpulan
realme 15 Pro 5G menawarkan paket menarik di kelas menengah: desain tipis dan ringan, layar berkualitas tinggi, performa kencang, serta baterai besar. Fitur AI Edit Genie menjadi nilai tambah, meski belum sepenuhnya sempurna.
Kekurangan utamanya terletak pada absennya lensa telephoto dan makro, sehingga opsi fotografi lebih terbatas dibanding beberapa pesaing.
Bagi pengguna yang memprioritaskan performa gaming, daya tahan baterai panjang, dan desain modern di segmen mid-range, realme 15 Pro 5G bisa menjadi pilihan yang solid, tergantung pada kebutuhan dan banderol harganya.(BY)






