Jakarta – Kangkung dikenal sebagai salah satu sayuran favorit masyarakat Indonesia. Namun, sayur ini ternyata jarang ditemukan dalam daftar menu rumah sakit. Apa alasannya?
Penyusunan menu di rumah sakit dilakukan dengan pertimbangan ketat, baik dari sisi keamanan pangan maupun kecocokan gizi untuk berbagai kondisi medis pasien. Tidak semua bahan makanan cocok disajikan, terutama bagi pasien yang sedang menjalani perawatan intensif.
Dosen Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Kedokteran di IPB University, Hana Fitria Navratilova, menjelaskan bahwa salah satu pertimbangan utama adalah kandungan purin pada sayuran berdaun, termasuk kangkung. Purin merupakan senyawa yang dapat memicu peningkatan kadar asam urat dalam tubuh, sehingga perlu dibatasi pada pasien dengan kondisi tertentu.
Selain purin, kangkung dan sayuran hijau lainnya juga mengandung oksalat serta nitrat. Pada sebagian pasien, zat-zat tersebut bisa menjadi perhatian khusus dalam pengaturan diet klinis.
Faktor teknis juga ikut berperan. Sayuran berdaun umumnya tidak tahan lama dan harus segera dimasak setelah diterima. Proses penyimpanan yang terbatas membuat rumah sakit lebih memilih bahan pangan yang lebih stabil dan mudah dikelola dalam jumlah besar.
Di samping itu, terdapat potensi risiko paparan logam berat pada berbagai bahan pangan, termasuk sayuran yang ditanam di lingkungan tertentu. Jika terakumulasi dalam jangka panjang dan melebihi ambang aman, logam berat dapat berdampak pada fungsi ginjal, hati, bahkan meningkatkan risiko penyakit serius. Meski demikian, risiko ini tidak hanya berlaku pada kangkung, melainkan juga bisa ditemukan pada komoditas lain seperti beras dan hasil laut.
Pertimbangan lainnya adalah aspek penyajian. Sayuran berdaun cenderung menyusut cukup banyak setelah dimasak, sehingga kurang efisien dalam penyajian porsi standar rumah sakit.
Secara keseluruhan, rumah sakit lebih memilih jenis sayuran yang aman dikonsumsi oleh mayoritas pasien, mudah disimpan, serta praktis dalam pengolahan. Itulah sebabnya kangkung dan sayuran berdaun lainnya lebih jarang muncul dalam menu pasien rawat inap.(BY)






