Jakarta – Fasilitas produksi milik BYD di kawasan Smartpolitan, Subang, Jawa Barat, dikabarkan akan segera beroperasi. Kehadiran pabrik ini menjadi bagian dari realisasi komitmen investasi produsen kendaraan listrik asal Tiongkok tersebut di Indonesia dengan nilai mencapai 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp16 triliun.
Perusahaan sebelumnya termasuk penerima insentif impor mobil listrik dari pemerintah pada 2024. Sebagai konsekuensinya, BYD diwajibkan melakukan perakitan lokal sebanding dengan jumlah kendaraan impor yang terjual sepanjang periode 2024–2025.
Targetnya, fasilitas di Subang mulai memproduksi kendaraan pada kuartal pertama 2026. Meski hingga Februari tahun tersebut produksi massal belum dimulai, pihak perusahaan memastikan seluruh tahapan menuju perakitan lokal berjalan sesuai rencana.
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menyebut perusahaan telah mengantongi sejumlah sertifikasi penting sebagai bukti kesiapan operasional, termasuk sertifikat implementasi Incompletely Knock Down (IKD) khusus kendaraan listrik.
Menurutnya, fasilitas produksi yang dibangun sudah memenuhi standar peralatan serta pengakuan yang dibutuhkan untuk menghasilkan kendaraan dengan tingkat komponen dalam negeri sesuai harapan pemerintah. Saat ini, perusahaan juga tengah memastikan setiap model dapat dirakit dengan presisi tinggi melalui proses uji coba produksi, integrasi peralatan, serta penyelarasan sistem manufaktur guna meminimalkan kesalahan.
Walau belum merinci tanggal pasti mulai produksi massal, BYD optimistis pabrik tersebut akan beroperasi dalam waktu dekat pada 2026.
Kapasitas produksi dan potensi ekspor
Pabrik BYD di Subang berdiri di atas lahan pengembangan sekitar 108–126 hektare dan dirancang memiliki kapasitas hingga 150.000 unit kendaraan listrik per tahun. Produksi awal diprioritaskan untuk memenuhi permintaan pasar domestik Indonesia, namun fasilitas ini juga berpeluang menjadi basis ekspor bagi kawasan Asia Tenggara.
Nilai investasi yang mencapai Rp16 triliun turut mencerminkan komitmen perusahaan dalam meningkatkan penggunaan komponen lokal. Langkah tersebut selaras dengan kebijakan pemerintah yang mendorong pertumbuhan industri kendaraan listrik berbasis produksi dalam negeri.
Keberadaan fasilitas ini sekaligus menegaskan ambisi BYD memperkuat posisinya di pasar kendaraan listrik Indonesia. Jika beroperasi sesuai target pada awal 2026, pabrik di Subang berpotensi menjadi salah satu pusat manufaktur kendaraan listrik terbesar di kawasan.(BY)






