Air Mata Haru Pecah, Zakat Bangkitkan Harapan Seribu Anak dan Keluarga Miskin Padang Pariaman

Padang Pariaman – Gelombang haru membanjiri Nagari Aur Malintang Selatan, Padang Pariaman, Sumatera Barat ketika Bupati John Kenedy Azis berdiri di tengah ribuan masyarakat yang menaruh harapan pada kepedulian sosial.

Di Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Jumat (13/2/2026), khitanan massal bagi sekitar 1.000 anak dan penyerahan rumah layak huni menjadi lebih dari sekadar program bantuan. Ia menjelma menjadi simbol perjuangan keluarga kecil yang selama ini bergulat dengan keterbatasan hidup.

Program besar yang digagas BAZNAS Padang Pariaman itu menjadi panggung nyata bagaimana zakat mampu mengubah air mata kesulitan menjadi senyum harapan.

Bagi banyak orang tua, khitanan massal bukan hanya soal kesehatan anak, melainkan tentang martabat keluarga yang selama ini terhalang biaya. Di tengah antrean panjang, terlihat ibu-ibu menggenggam tangan anaknya erat, menyimpan rasa syukur yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Kegiatan kemanusiaan tersebut tidak lahir dari satu tangan. Sosok dermawan seperti Azwar Wahid yang dikenal sebagai Mak Aciak H. Sagi, bersama Yossie Group pimpinan Hj. Yusneti serta Hj. Arnani, menjadi kekuatan sunyi yang menggerakkan gelombang solidaritas.

Donasi yang mereka salurkan bukan sekadar angka, melainkan harapan baru bagi keluarga yang selama ini memendam mimpi sederhana: hidup lebih layak.

Di hadapan masyarakat, John Kenedy Azis menyampaikan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban agama, melainkan senjata sosial untuk melawan kemiskinan.

Ia menegaskan bahwa jika dikelola dengan baik, zakat mampu menjadi fondasi pembangunan manusia, membantu anak-anak tetap sehat, bersekolah, dan tumbuh dengan rasa percaya diri.

Momentum haru semakin terasa ketika delapan unit rumah layak huni diserahkan kepada keluarga penerima manfaat. Tangis pecah saat kunci rumah berpindah tangan.

Rumah sederhana itu menjadi simbol lahirnya kehidupan baru. Tempat berteduh dari hujan, panas, sekaligus perlindungan bagi masa depan anak-anak mereka. Bagi penerima bantuan, rumah tersebut adalah jawaban dari doa panjang yang selama ini dipanjatkan dalam diam.

Kegiatan yang berlangsung serentak di 25 puskesmas di 17 kecamatan di wilayah Kabupaten Padang Pariaman itu menyatukan ribuan masyarakat dalam suasana penuh rasa syukur.

Anak-anak yang awalnya diliputi ketakutan perlahan berubah ceria setelah menerima bingkisan dan dukungan moril. Para orang tua terlihat saling menguatkan, seolah menegaskan bahwa kesulitan hidup bisa dilalui bersama.

Menutup kegiatan, John Kenedy Azis menyerukan kepada aparatur sipil negara dan masyarakat mampu untuk tidak ragu menyalurkan zakat melalui lembaga resmi.

Ia percaya, zakat yang dikelola secara kolektif bukan hanya menyelesaikan persoalan hari ini, tetapi mampu membangun masa depan yang lebih bermartabat. Di tengah keterbatasan ekonomi, gerakan zakat diyakini menjadi cahaya yang menjaga harapan masyarakat tetap menyala.(bay).