Jakarta – Kesulitan membuat kue kering yang sempurna di rumah? Jangan khawatir, peneliti telah menemukan cara menentukan suhu oven yang ideal untuk memanggang kue kering.
Tim ilmuwan pangan dari Universitas Guelph di Ontario, Kanada, menciptakan model matematika untuk memprediksi perubahan fisik kue selama proses pemanggangan. Penelitian ini menyoroti pengaruh suhu terhadap ukuran, bentuk, dan kelembapan kue kering. Hasilnya menunjukkan bahwa suhu sedang, sekitar 205 derajat Celsius, menghasilkan tekstur dan kelembapan yang seimbang.
Percobaan pada Tiga Tingkat Suhu
Para peneliti membagi adonan kue yang distandardisasi ke dalam tiga kelompok dan memanggangnya pada suhu 185, 205, dan 225 derajat Celsius. Setiap kue dipanggang selama 12 menit dengan pengukuran kondisi kue setiap dua menit, termasuk suhu permukaan dan perubahan bentuk.
Profesor Maria Corradini dari Departemen Ilmu Pangan Universitas Guelph menjelaskan bahwa reaksi yang terjadi selama pemanggangan ternyata kompleks dan tidak linier. “Kami harus memecah reaksi tersebut menjadi beberapa tahap untuk memahami karakteristik masing-masing,” ujarnya.
Selama proses pemanggangan, tim menganalisis bentuk, warna, ukuran, dan kadar air kue. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pada tahap awal, suhu sangat menentukan perkembangan kue. Namun setelah kue mencapai titik mengembang maksimum, kadar air menjadi faktor utama karena mulai terjadi penguapan dari adonan.
Mengapa 205 Derajat Celsius Paling Ideal?
Meskipun tidak ada satu cara yang “sempurna” untuk memanggang kue, pola tertentu muncul dari tiga percobaan tersebut.
Suhu 185°C: Kue mengering lebih lambat dan tidak mencapai tingkat kematangan optimal dalam 12 menit.
Suhu 225°C: Kue mengembang cepat, mencapai puncak pada menit ke-4, namun kemudian menyusut dan menjadi terlalu kering.
Suhu 205°C: Kue mencapai titik mengembang maksimum pada menit ke-6 dan tetap mempertahankan kelembapan cukup tanpa kehilangan kematangan.
Menurut Corradini, suhu ini merupakan kompromi ideal: panas cukup untuk membentuk struktur dan kematangan kue, tetapi tidak berlebihan hingga membuat kue terlalu kering.
Tim peneliti kini fokus mengembangkan model matematika lebih lanjut agar dapat diterapkan pada berbagai jenis makanan lain. “Memanggang kue tidak sepenuhnya bisa diprediksi, tetapi penelitian ini membantu menyederhanakan pemahaman prosesnya, termasuk bagi kegiatan sehari-hari di dapur,” jelas Corradini.(BY)






