Lubuk Basung – Pemerintah Kabupaten Agam menggelar Musrenbang Kecamatan dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027. Kegiatan berlangsung pada 9–13 Februari 2026 dengan metode hybrid.
Metode hybrid diterapkan untuk meningkatkan efisiensi anggaran di tengah keterbatasan fiskal, tanpa mengurangi kualitas perencanaan dan penyerapan aspirasi masyarakat. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kecamatan mengikuti forum ini dari lokasi masing-masing melalui aplikasi Zoom Meeting, Jumat (13/2).
Meskipun demikian, pertemuan tatap muka tetap digelar di tingkat kecamatan, melibatkan unsur pemerintah setempat dan pemangku kepentingan. Sementara itu, tim fasilitator dari kabupaten mengikuti pembahasan secara virtual. Pola ini mampu menekan biaya perjalanan dinas dan konsumsi bahan bakar, sehingga anggaran dapat dialihkan ke sektor pembangunan yang lebih produktif.
Kepala Bappeda Kabupaten Agam, Hamdi, menegaskan bahwa perubahan metode tidak mengurangi substansi perencanaan.
“Pendekatan hybrid ini menjadi strategi efisiensi tanpa mengorbankan kualitas musyawarah. Dialog tetap aktif, usulan diverifikasi, dan keputusan bisa diambil tepat waktu,” ujarnya.
Musrenbang menghasilkan daftar usulan prioritas pembangunan kecamatan yang telah dibahas dan diklasifikasikan. Seluruh usulan kemudian diinput ke Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) dan divalidasi bersama fasilitator kabupaten untuk memastikan keselarasan lintas perangkat daerah.
Hamdi menambahkan, hasil forum tidak berhenti sebagai catatan musyawarah, tetapi langsung masuk ke tahapan teknis perangkat daerah.
“Usulan kecamatan akan diperkuat melalui verifikasi teknis, penyesuaian pagu indikatif, dan sinkronisasi prioritas pembangunan, sehingga menjadi program terukur di RKPD 2027,” jelasnya.
Ia menekankan, inovasi pelaksanaan Musrenbang tahun ini membuktikan bahwa kualitas perencanaan tidak ditentukan oleh format pertemuan, melainkan oleh substansi dialog dan koordinasi.
“Kami ingin memastikan aspirasi masyarakat tetap terjaga, proses teknokratik berjalan lancar, dan penganggaran semakin efektif,” tegas Hamdi.
Musrenbang kecamatan ini menjadi tahap krusial dalam penyusunan RKPD Kabupaten Agam 2027, sekaligus memperkuat keterkaitan antara aspirasi masyarakat dan dokumen perencanaan pembangunan daerah.(des*)






