Pemko Pariaman Siapkan Generasi Religius Melalui Pesantren Ramadhan

Kota Pariaman – Keseriusan Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman membangun karakter religius generasi muda kembali diuji melalui pelaksanaan Pesantren Ramadhan 2026. Program tahunan yang melibatkan ribuan siswa SD dan SMP ini dirancang bukan sekadar mengisi waktu selama bulan suci, tetapi menjadi ruang pembentukan moral di tengah tantangan zaman yang kian kompleks.

Pelaksanaan Pesantren Ramadhan dijadwalkan berlangsung mulai 23 Februari hingga 13 Maret 2026. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman, Hertati Taher, menegaskan kegiatan ini telah memiliki landasan resmi melalui edaran Walikota Pariaman Nomor 000/1.5/441 ISE/Dikpora/II/2026.

Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat nilai keagamaan sejak usia dini.

Dalam konsep pelaksanaannya, siswa Sekolah Dasar kelas 4 hingga 6 serta siswa SMP kelas 7 sampai 9 akan mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan yang dipusatkan di sekolah maupun masjid dan mushalla sekitar lingkungan pendidikan.

Aktivitas dimulai pukul 08.00 WIB hingga menjelang siang, dengan tambahan kewajiban salat Zuhur berjemaah khusus bagi siswa tingkat SMP. Setelah program selesai, siswa akan kembali menikmati masa libur hingga aktivitas belajar normal dimulai kembali pada 30 Maret 2026.

Menariknya, siswa kelas 1 hingga 3 memang diliburkan selama kegiatan berlangsung. Namun, Disdikpora tetap memberikan penugasan berupa hafalan ayat-ayat pendek yang harus dipantau langsung oleh orang tua.

Kebijakan ini dianggap sebagai bentuk sinergi pendidikan antara sekolah dan keluarga dalam menanamkan nilai religius sejak usia paling dasar.

Tidak hanya berfokus pada pembelajaran agama secara teori, Pesantren Ramadhan juga dilengkapi dengan buku agenda ibadah yang wajib diisi siswa setiap hari.

Buku tersebut menjadi alat kontrol sekaligus rekam jejak aktivitas spiritual peserta didik, termasuk pelaksanaan salat tarawih dan tadarus yang harus mendapatkan pengesahan dari pengurus masjid setempat.

Pembukaan kegiatan direncanakan berlangsung di Masjid An-Nur Zainul Kampung Paneh, Kecamatan Pariaman Selatan, dan akan dihadiri unsur pimpinan daerah, guru, serta perwakilan siswa.

Selain itu, momentum Nuzulul Qur’an juga akan diperingati di masing-masing kecamatan, sekaligus disertai kegiatan sosial berupa penyaluran infak yang dihimpun guru dan siswa sepanjang tahun untuk membantu peserta didik kurang mampu menyambut Idul Fitri.

Pemerintah Kota Pariaman bahkan memberikan fleksibilitas bagi siswa yang menjalani Ramadan di luar daerah. Mereka tetap diperbolehkan mengikuti kegiatan serupa di tempat domisili sementara dengan syarat tetap mengisi buku agenda ibadah sebagai bukti pelaksanaan.

Melalui program ini, pemerintah berharap Ramadan tidak hanya menjadi rutinitas spiritual tahunan, melainkan momentum membentuk generasi berakhlak kuat yang mampu menjaga nilai agama di tengah arus perubahan sosial yang tak terbendung.(mak)