Yota Balad Tagih Keseriusan OPD Wujudkan dalam RKPD 2027 Kota Pariaman

Kota Pariaman – Arah masa depan pembangunan Kota Pariaman mulai dipertaruhkan. Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Aula Balaikota Pariaman, Rabu (11/2/2026).

Forum ini menjadi panggung penting bagi Wali Kota Pariaman Yota Balad untuk menguji keseriusan seluruh perangkat daerah dalam menerjemahkan janji politik menjadi program nyata.

Di hadapan pimpinan OPD, akademisi, tokoh masyarakat hingga unsur vertikal, Yota Balad menegaskan penyusunan RKPD bukan sekadar agenda administratif tahunan. Ia menilai dokumen ini menjadi peta jalan strategis yang menentukan apakah visi dan program unggulan Balad-Mulyadi benar-benar dapat dirasakan masyarakat atau sekadar berhenti di atas kertas.

Yota Balad mengingatkan bahwa penyusunan RKPD 2027 harus dilakukan secara cermat, selektif, dan terintegrasi. Ia menegaskan setiap program yang diusulkan perangkat daerah wajib memiliki arah yang jelas, terukur, dan mampu menjawab persoalan riil masyarakat.

Menurutnya, perencanaan pembangunan yang lemah hanya akan melahirkan program seremonial tanpa dampak nyata terhadap kesejahteraan warga.

Forum konsultasi publik ini, kata Yota Balad, merupakan tahapan penting dalam proses penyusunan perencanaan pembangunan daerah sebagaimana diamanatkan dalam Permendagri Nomor 86 Tahun 2017.

Ia menekankan bahwa rancangan awal RKPD harus dibahas secara terbuka bersama perangkat daerah dan pemangku kepentingan agar perencanaan pembangunan benar-benar lahir dari kebutuhan masyarakat.

Tak hanya itu, Yota Balad secara tegas meminta seluruh pimpinan OPD dan stakeholder berpikir terbuka dan inovatif. Ia menilai pembangunan daerah tidak bisa lagi berjalan secara sektoral dan parsial.

Menurutnya, integrasi lintas sektor menjadi kunci agar pembangunan Kota Pariaman mampu bergerak cepat, tepat sasaran, dan dapat diukur keberhasilannya melalui peningkatan indikator makro daerah.

RKPD 2027 sendiri merupakan turunan langsung dari dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Pariaman Tahun 2025-2029. Dokumen tersebut sekaligus menjadi evaluasi perjalanan tahun kedua kepemimpinan Balad-Mulyadi dalam merealisasikan visi pembangunan yang telah dijanjikan kepada masyarakat.

Dalam forum tersebut, berbagai masukan dari akademisi, organisasi masyarakat, hingga tokoh daerah diharapkan mampu memperkaya substansi perencanaan pembangunan.

Yota Balad menegaskan forum konsultasi publik tidak boleh hanya menjadi formalitas, melainkan ruang strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat yang nantinya menjadi prioritas pembangunan Kota Pariaman tahun 2027.

Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Pariaman, pimpinan BUMD dan BUMN, instansi vertikal, pimpinan perguruan tinggi, unsur Forkopimda, kepala OPD, camat, lurah, hingga tokoh masyarakat.

Hadir pula Kepala BPS Kota Pariaman Riqadli dan Kepala Bappeda Kota Pariaman Adi Junaidi sebagai narasumber, memperkuat diskusi arah pembangunan agar lebih berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat.(mak).