Jakarta – Konsumsi gula tambahan, termasuk gula putih, kerap dikaitkan dengan berbagai risiko kesehatan. Karena itu, banyak orang mulai mencari pemanis alami sebagai pengganti yang dianggap lebih sehat untuk kebutuhan sehari-hari.
Kesadaran akan dampak konsumsi gula berlebih terus meningkat. Asupan gula tambahan yang tinggi diketahui berhubungan dengan sejumlah masalah kesehatan, seperti obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga perlemakan hati. Mengurangi gula rafinasi lalu beralih ke pemanis alami dinilai sebagai langkah yang lebih baik untuk menjaga kesehatan.
Pilihan Pemanis Alami Pengganti Gula
Sebagian besar pemanis alami berasal dari tanaman, buah, atau proses alami tertentu. Beberapa di antaranya memiliki kalori lebih rendah, tidak memicu lonjakan gula darah secara drastis, serta mengandung nutrisi tambahan seperti serat, mineral, dan antioksidan.
Meski demikian, konsumsinya tetap harus dibatasi agar tidak menimbulkan efek negatif.
Mengutip berbagai sumber kesehatan, berikut sejumlah alternatif pemanis alami yang dapat dipertimbangkan:
1. Stevia
Stevia berasal dari ekstrak daun Stevia rebaudiana dan memiliki tingkat kemanisan sangat tinggi—bahkan ratusan kali lebih manis dari gula—dengan kalori nyaris nol. Pemanis ini kerap digunakan oleh penderita diabetes atau mereka yang sedang menurunkan berat badan karena tidak meningkatkan kadar gula darah secara signifikan. Namun, konsumsi berlebihan berpotensi memengaruhi keseimbangan bakteri usus, sehingga tetap perlu dibatasi.
2. Monk fruit (luo han guo)
Pemanis ini dihasilkan dari buah Siraitia grosvenorii yang tumbuh di China. Rasa manisnya berasal dari senyawa mogrosida yang tidak mengandung kalori serta tidak memengaruhi gula darah. Monk fruit sering dijadikan alternatif bagi diet rendah kalori atau penderita diabetes, tetapi produk komersialnya kadang dicampur pemanis lain sehingga label perlu diperhatikan.
3. Allulose
Allulose adalah gula alami yang terdapat dalam jumlah kecil pada beberapa buah. Tingkat kemanisannya sekitar 70% dari gula pasir, tetapi kalorinya jauh lebih rendah dan rasanya sangat mirip dengan gula biasa. Beberapa penelitian menunjukkan allulose dapat membantu mengontrol gula darah dan insulin, meski konsumsi berlebih bisa memicu gangguan pencernaan.
4. Kurma
Buah kering ini memiliki rasa manis alami serta mengandung serat, vitamin B6, kalium, magnesium, dan antioksidan. Kurma dapat diolah menjadi pasta sebagai pengganti gula dalam kue, minuman, maupun camilan. Walau mengandung gula alami dan kalori cukup tinggi, konsumsi dalam jumlah wajar umumnya tidak menyebabkan lonjakan gula darah drastis.
5. Madu
Madu merupakan pemanis alami yang telah lama digunakan dan mengandung senyawa antioksidan serta antiinflamasi. Indeks glikemiknya sedikit lebih rendah dibanding gula pasir, tetapi kandungan gula dan kalorinya tetap tinggi. Karena itu, penggunaannya perlu dibatasi, terutama bagi penderita diabetes atau yang sedang mengontrol berat badan.
6. Molase
Molase adalah cairan kental berwarna cokelat hasil samping pengolahan tebu dengan rasa manis sedikit pahit. Selain sebagai pemanis, molase mengandung mineral seperti zat besi, kalsium, dan kalium. Meski demikian, molase tetap termasuk sumber gula sehingga konsumsinya harus tetap bijak.
7. Sirup maple
Sirup ini dibuat dari getah pohon maple yang dimasak hingga mengental. Selain memberikan rasa manis, sirup maple mengandung mineral dan antioksidan. Walau sering dianggap lebih sehat, kandungan gulanya tetap tinggi sehingga penggunaannya sebaiknya tidak berlebihan.(BY)






