Padang Pariaman – Sorak penonton mengguncang Lapangan Takraw Balai Basuang, Nagari Sikucua, V Koto, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Sabtu malam (7/2/2026). Ribuan pasang mata terpaku menyaksikan duel panas Grand Final Open Turnamen Takraw “Piala Limkos Sedunia” Sumatera Barat.
Pertarungan sarat gengsi itu mempertemukan tuan rumah Limkos Padang Pariaman dengan STC Pasaman Barat, dua kekuatan besar yang sejak awal sudah diprediksi menyajikan laga penuh tensi.
Ketegangan sudah terasa sejak set pertama. Smash keras yang membelah pertahanan, tipuan cepat yang mengecoh lawan, hingga aksi bertahan luar biasa membuat reli-reli panjang tak terhindarkan.
Penonton berkali-kali berdiri menahan napas, menyaksikan bola rotan melayang liar di udara, seakan menentukan harga diri dua daerah yang saling beradu gengsi di lapangan.
Drama pertandingan akhirnya berpihak pada tim tamu. STC Pasaman Barat sukses menaklukkan Limkos dengan skor tipis 2-1 dalam laga yang menguras emosi. Kekalahan tuan rumah tetap disambut tepuk tangan sportif dari publik yang memadati arena..
Limkos harus puas sebagai runner-up, sementara Gesit Padang Pariaman mengamankan posisi ketiga usai menundukkan Samudera dengan skor 2-1, menempatkan tim asal Kota Pariaman itu di peringkat keempat.
Di balik sengitnya pertandingan, dampak ekonomi justru menjadi cerita yang tak kalah mencuri perhatian. Sekretaris Daerah Padang Pariaman, Rudy Repenaldi Rilis, yang hadir mewakili Bupati John Kenedy Azis, menilai turnamen ini melampaui sekadar ajang olahraga.
Ia melihat denyut ekonomi rakyat ikut berlari seiring gemuruh pertandingan yang berlangsung selama 15 hari.
Data panitia menunjukkan angka yang mengejutkan. Dengan biaya penyelenggaraan sekitar Rp50 juta, perputaran uang di tengah masyarakat justru menembus hampir Rp440 juta.
Seluruh 20 tenda UMKM yang disiapkan panitia dilaporkan tak pernah sepi pengunjung. Pedagang makanan, minuman, hingga produk kerajinan lokal menikmati berkah keramaian yang berlangsung hingga larut malam.
Rudy menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen terus mendorong kegiatan olahraga yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Ia menyampaikan apresiasi kepada panitia, sponsor, dan seluruh pihak yang terlibat sehingga turnamen dapat berlangsung tertib, aman, dan sukses membangkitkan kembali gairah olahraga tradisional Minangkabau yang sarat nilai budaya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Padang Pariaman, Anton Wira Tanjung, menilai turnamen ini sekaligus menjadi ajang penting menjaring atlet potensial menuju Pekan Olahraga Provinsi Sumbar 2026.
Ia optimistis cabang sepak takraw mampu menyumbangkan empat medali emas dari lima nomor pertandingan yang akan diperebutkan.
Anton juga mengungkapkan, sepanjang tahun 2026 pemerintah daerah telah menyiapkan sedikitnya enam event olahraga dan agenda besar lainnya. Salah satu yang paling dinanti adalah pacu kuda di Lapangan Pacu Kuda Duku Banyak, Balah Aia Timur, VII Koto, pada 28–29 Maret mendatang.
Dukungan penuh Bupati John Kenedy Azis terhadap event olahraga disebut menjadi strategi nyata menghidupkan kembali ekonomi kreatif masyarakat, sekaligus menegaskan bahwa olahraga kini telah menjadi panggung kebangkitan Padang Pariaman pascabencana.(bay).






