Kotim  

Heboh! Empat Titan Arum Muncul di Kebun Sawit Kotim

Sampit, fajarharapan.id – Temuan langka menghebohkan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Empat bunga bangkai raksasa yang diduga jenis Titan Arum (Amorphophallus titanum) ditemukan tumbuh di area perkebunan kelapa sawit.

Keberadaan tumbuhan berukuran antara satu hingga dua meter itu dikonfirmasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit. Penemuan ini disebut sebagai kejadian kedua di Kalimantan Tengah, setelah sebelumnya pernah tercatat di wilayah Kotawaringin Barat.

Bunga-bunga tersebut ditemukan di kawasan operasional PT Mustika Sembuluh 3, yang arealnya mencakup wilayah Kotim dan Seruyan. Kemunculannya langsung menarik perhatian pekerja kebun serta warga sekitar yang kemudian mendokumentasikan dan membagikannya di media sosial.

Sebagai langkah pengamanan awal, pihak perusahaan memasang pagar sederhana dari kayu di sekitar lokasi tumbuhnya bunga. Tindakan ini dilakukan untuk mencegah kerusakan oleh pengunjung yang penasaran.

Kepala BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, membenarkan laporan tersebut. Ia menyebutkan temuan ini penting karena Titan Arum termasuk tumbuhan yang jarang dijumpai dan memiliki nilai konservasi tinggi.

Meski terlihat luar biasa karena muncul empat individu sekaligus, ia mengungkapkan kemunculan bunga serupa di area tersebut sebenarnya bukan pertama kali. Berdasarkan informasi perusahaan dan warga, fenomena ini telah terjadi sekitar lima kali dalam satu dekade terakhir, meski titik tumbuhnya berpindah-pindah.

Siklus kemunculan Titan Arum di lokasi itu disebut relatif konsisten, rata-rata dua tahunan. Empat bunga yang kini ditemukan dilaporkan dalam kondisi tegak dan sehat.

Aroma menyengat khas bunga bangkai mulai tercium, menandakan tanaman sedang memasuki fase aktif. Bau tersebut merupakan mekanisme alami untuk menarik serangga penyerbuk seperti lalat dan kumbang.

Titan Arum dikenal sebagai salah satu bunga terbesar di dunia. Saat mekar sempurna, tingginya dapat mencapai dua hingga tiga meter dengan struktur tongkol menjulang yang khas.

BKSDA mengapresiasi langkah cepat perusahaan dalam mengamankan lokasi. Mengingat letaknya cukup mudah diakses, potensi gangguan dari aktivitas manusia cukup tinggi jika tidak diawasi.

Ke depan, BKSDA akan melakukan observasi lebih lanjut guna memastikan identifikasi spesies serta kondisi habitatnya. Jika dipastikan Amorphophallus titanum, tumbuhan tersebut termasuk yang dilindungi sehingga perlu pengawasan khusus.(av/s)