Benarkah Kopi Menaikkan Tekanan Darah? Ini Penjelasan Penelitian

Beberapa orang percaya, kopi bisa berefek pada tekanan darah.
Beberapa orang percaya, kopi bisa berefek pada tekanan darah.

JakartaKopi dikenal sebagai minuman yang efektif membantu mengusir kantuk sekaligus mengembalikan energi tubuh. Meski begitu, sebagian orang meyakini bahwa konsumsi kopi dapat memengaruhi tekanan darah.

Lalu, bagaimana sebenarnya hubungan antara kopi dan tekanan darah?

Sejumlah studi menemukan bahwa kandungan kafein mampu menyebabkan kenaikan tekanan darah secara sementara, terutama pada individu yang jarang mengonsumsi minuman berkafein. Namun, penelitian lain menunjukkan bahwa kebiasaan minum kopi secara rutin dalam jumlah wajar tidak memberikan dampak buruk terhadap tekanan darah.

Mengutip Health, pengaruh kopi terhadap tekanan darah dipengaruhi beberapa faktor, khususnya jumlah kafein yang dikonsumsi serta kebiasaan hidup seseorang.

Minum kopi hanya sesekali cenderung dikaitkan dengan peningkatan tekanan darah dan potensi risiko hipertensi yang lebih tinggi. Sebaliknya, konsumsi rutin dalam takaran moderat—sekitar satu hingga dua cangkir per hari—umumnya tidak menimbulkan efek negatif, terutama pada perempuan dan kelompok yang tidak merokok.

Berbagai penelitian juga menyebutkan bahwa risiko terhadap tekanan darah relatif kecil jika kopi diminum dalam jumlah sedang. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) merekomendasikan batas konsumsi kafein harian tidak melebihi 400 miligram, setara dengan sekitar empat hingga lima cangkir kopi seduh berukuran 250 mililiter.

Efek samping kafein

Pada dasarnya, kafein aman dikonsumsi selama tidak berlebihan. Namun, asupan lebih dari 400 miligram per hari dapat meningkatkan kemungkinan munculnya efek samping, terutama bagi orang yang tidak terbiasa mengonsumsi kafein.

Beberapa keluhan yang paling sering terjadi antara lain jantung berdebar, rasa cemas, sulit tidur, mual atau muntah, tremor, lebih sering buang air kecil, serta perasaan gelisah.

Selain itu, ada kelompok tertentu yang sebaiknya membatasi atau menghindari kafein, seperti ibu hamil, individu yang sensitif terhadap kafein, penderita gangguan irama jantung, GERD, hipertensi berat, serta mereka yang sedang mengonsumsi obat atau suplemen tertentu.(BY)