Padang — Di tengah derasnya arus disrupsi digital, kecerdasan buatan (AI), dan banjir informasi tanpa batas, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat (Sekdaprov Sumbar), Arry Yuswandi menegaskan pentingnya peran pers yang berintegritas dan profesional dalam menjaga kualitas informasi publik.
Menurutnya, di era keterbukaan informasi yang nyaris tanpa filter, akurasi kerap terabaikan. Padahal dalam penyajian informasi publik, kebenaran seharusnya lebih diutamakan dibandingkan kecepatan.
“Profesi wartawan hari ini menghadapi tantangan yang sangat kompleks. Informasi bergerak sangat cepat, bahkan dalam hitungan detik. Namun demikian, idealisme, integritas, dan dedikasi harus tetap menjadi acuan utama insan pers agar informasi yang disampaikan benar, berimbang, dan bertanggung jawab,” ujar Arry Yuswandi.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri pelantikan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Provinsi Sumatera Barat Periode 2024–2029 di Auditorium Gubernuran, Selasa (3/2/2026).
Arry Yuswandi menilai kemajuan teknologi digital telah mengubah wajah jurnalistik secara fundamental. Media cetak, penyiaran, dan daring kini berada dalam satu ekosistem digital yang saling beririsan. Karena itu, wartawan tidak cukup hanya melek teknologi, tetapi juga harus matang secara etik dan profesional dalam pemanfaatannya.
Dalam kesempatan tersebut, Sekdaprov Sumbar juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas kiprah PWI Sumbar yang selama ini menjadi mitra aktif pemerintah dalam menyampaikan informasi pembangunan, menjaga keseimbangan informasi, serta mencerdaskan masyarakat.
Pemprov Sumbar memandang pers sebagai mitra strategis pembangunan, bukan sebagai lawan maupun alat propaganda. Kritik yang objektif dan berbasis data justru dinilai sebagai vitamin bagi pemerintah untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Pers di Sumatera Barat harus mampu menjadi penjaga nalar publik, menyuarakan kebenaran dengan santun, kritis tanpa mencederai persatuan, serta tegas tanpa kehilangan kearifan, sejalan dengan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum PWI Pusat, Ahmad Munir menegaskan PWI merupakan simbol maju atau tidaknya pers nasional. Ia menyebut tantangan pers saat ini jauh lebih berat dibandingkan masa sebelumnya, terutama akibat dominasi platform digital global dan pergeseran belanja iklan ke media sosial serta mesin pencari seperti Google.
“Perubahan zaman tidak bisa dilawan, tetapi harus dihadapi dengan adaptasi. Jika pers tidak mampu menyesuaikan diri, maka eksistensinya akan semakin tergerus,” tegas Ahmad Munir.
Ia juga menekankan keunggulan wartawan yang tidak dimiliki oleh kecerdasan buatan, yakni kemampuan menghasilkan karya jurnalistik berbasis pengamatan langsung, empati, dan hati nurani. Karena itu, ia mendorong PWI Sumbar menjadi pelopor pers yang merdeka, berintegritas, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Ketua PWI Sumbar, Widia Navies menyampaikan komitmennya untuk menjadikan PWI Sumbar sebagai organisasi profesi yang tidak hanya bermanfaat bagi anggota, tetapi juga memberi kontribusi positif bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
Sejak terpilih melalui Konferensi Daerah pada 22 Mei 2024 lalu, pihaknya aktif mendukung program PWI Pusat dan pemerintah daerah, antara lain melalui pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW), rapat koordinasi PWI kabupaten/kota, partisipasi dalam Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas), serta pengawalan informasi kebencanaan saat sejumlah wilayah di Sumbar dilanda bencana hidrometeorologi pada akhir November tahun lalu.
“Kami berkomitmen mendukung seluruh program PWI Pusat. Dengan dukungan pemerintah daerah, kami optimistis PWI Sumbar ke depan akan semakin solid dan berkontribusi lebih besar bagi daerah,” ujarnya.
Adapun susunan struktur pengurus inti PWI Provinsi Sumbar Periode 2024–2029 yang baru dilantik tersebut antara lain, Ketua PWI Sumbar Widia Navies, Sekretaris Firdaus Abie, Bendahara Reviandi, serta Ketua Dewan Kehormatan Zul Efendi. Sementara itu, susunan pengurus inti IKWI Sumbar terdiri dari Ketua Erlina, Sekretaris Diani Roza, dan Bendahara Putri Festina.
Di akhir kegiatan, PWI Sumbar menggelar diskusi kebencanaan bertema “Sumbar Bangkit” sebagai bentuk kontribusi pers dalam mendukung percepatan pemulihan pascabencana di Sumbar.
Pelantikan pengurus PWI dan IKWI Sumbar ini turut dihadiri Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat Atal S. Depari, Sekjen PWI Pusat Zulmansyah, Sekjen IKWI Pusat Rahma Saleh, unsur Forkopimda Provinsi Sumbar, serta OPD yang membidangi kehumasan se-Sumatera Barat. (Adpsb/Bud)






