Bukan Salmon, Ikan Sidat Ternyata Punya Kandungan Omega-3 Lebih Tinggi

Ikan yang banyak ditemukan di RI ini disebut memiliki kandungan asam lemak omega 3 yang lebih tinggi dibandingkan salmon.
Ikan yang banyak ditemukan di RI ini disebut memiliki kandungan asam lemak omega 3 yang lebih tinggi dibandingkan salmon.

Jakarta – Selama ini, ikan salmon kerap dikenal sebagai sumber utama asam lemak omega-3. Namun, hasil riset terbaru menunjukkan bahwa ada jenis ikan lain yang mudah ditemukan di Indonesia dan justru memiliki kandungan omega-3 yang lebih tinggi.

Temuan tersebut disampaikan oleh peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Gadis Sri Haryani, dalam sebuah seminar ilmiah. Ia mengungkapkan bahwa ikan sidat memiliki nilai gizi omega-3 yang melampaui salmon maupun ikan gabus.

Menurut Gadis, anggapan bahwa salmon merupakan sumber omega-3 tertinggi ternyata tidak sepenuhnya tepat. Berdasarkan hasil kajian, sidat justru menempati posisi teratas dari sisi kandungan gizinya.

Asam lemak omega-3 sendiri termasuk lemak tak jenuh ganda yang memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Nutrisi ini dibutuhkan untuk mendukung fungsi jantung, otak, serta sistem metabolisme secara keseluruhan.

Sayangnya, tubuh manusia tidak mampu memproduksi omega-3 dalam jumlah memadai. Oleh karena itu, asupan dari sumber makanan menjadi sangat penting untuk memenuhi kebutuhan harian.

Berdasarkan berbagai studi kesehatan, omega-3 diketahui berkontribusi dalam menurunkan risiko sejumlah penyakit kronis, mulai dari gangguan kardiovaskular, kanker, hingga penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.

Baik ikan sidat maupun salmon sama-sama dikenal sebagai sumber omega-3 yang baik, meskipun komposisi kandungan di dalamnya tidak sepenuhnya sama. Sejumlah penelitian, khususnya yang dilakukan di kawasan Asia, menunjukkan bahwa sidat memiliki kadar DHA dan EPA yang lebih tinggi. Namun, riset lain juga mencatat bahwa salmon unggul dalam kandungan lemak tak jenuh ganda secara keseluruhan.

Dari sisi mikronutrien, ikan sidat diketahui mengandung vitamin A dan zinc dalam jumlah lebih besar. Sementara itu, salmon lebih kaya akan selenium serta vitamin B kompleks.

Menariknya, konsumsi ikan sidat disebut mampu mencukupi kebutuhan vitamin A harian, bahkan jumlahnya sekitar 71 persen lebih tinggi dibandingkan salmon. Selain itu, kandungan kalsium dan zat besi pada ikan sidat juga dilaporkan lebih besar.

Meski demikian, ada satu hal yang perlu menjadi perhatian, yakni kadar kolesterol. Salmon memiliki kandungan kolesterol yang lebih rendah dibandingkan sidat. Dalam setiap 100 gram salmon, kandungan kolesterolnya sekitar 63 miligram. Sementara pada porsi yang sama, ikan sidat mengandung sekitar 161 miligram kolesterol.(BY)