Tahu Kuning vs Tahu Putih, Kenali Perbedaan dari Tekstur hingga Cara Mengolah

Meski sama-sama terbuatdari kedelai, tahu putih dan tahu kuning itu berbeda.
Meski sama-sama terbuatdari kedelai, tahu putih dan tahu kuning itu berbeda.

JakartaTahu menjadi salah satu bahan makanan sehari-hari yang sangat populer di Indonesia. Selain mudah didapat dan terjangkau, tahu juga fleksibel diolah menjadi berbagai hidangan. Kandungan proteinnya tinggi karena berasal dari kedelai.

Meskipun terlihat serupa, tahu hadir dalam beberapa jenis, dengan tahu kuning dan tahu putih yang paling sering dijumpai di pasaran. Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari proses pembuatan hingga hasil olahannya. Berikut perbedaan utama antara tahu kuning dan tahu putih:

1. Proses Pembuatan dan Pewarnaan

Tahu kuning memperoleh warna kuning alami dari perendaman dalam air garam dan kunyit setelah dicetak. Proses ini tidak hanya memberi warna, tetapi juga memengaruhi rasa dan teksturnya.

Sementara itu, tahu putih tidak melalui proses pewarnaan tambahan. Setelah sari kedelai digumpalkan, dicetak, dan dipadatkan, tahu putih langsung siap dijual. Tanpa tambahan bahan pewarna, warnanya tetap putih pucat dengan rasa yang netral.

2. Tekstur dan Kandungan Air

Tahu kuning umumnya lebih padat dan kenyal karena proses pemadatan menggunakan alat berat sekitar 15 menit. Pori-porinya kecil sehingga tidak mudah hancur saat dipotong atau digoreng.

Sebaliknya, tahu putih memiliki kandungan air lebih tinggi, membuatnya lembut dan mudah rapuh. Karakter ini cocok untuk masakan berkuah, dikukus, atau hidangan yang membutuhkan tahu yang mudah menyerap bumbu.

3. Ketahanan Penyimpanan

Tahu kuning relatif lebih tahan lama karena kadar air rendah dan perendaman dalam air garam. Sedangkan tahu putih memerlukan perawatan lebih, seperti penggantian air rendaman secara rutin, terutama jika disimpan di lemari es. Tanpa perawatan, tahu putih mudah berlendir dan berbau.

4. Ukuran dan Bentuk

Tahu kuning biasanya dijual dalam ukuran lebih besar dan bentuk kokoh, sering dipotong menjadi empat bagian atau sekitar 10 x 10 cm.

Tahu putih tersedia dalam beragam ukuran dan bentuk, tergantung produsen dan kebutuhan pasar.

5. Hasil Saat Digoreng

Kadar air juga memengaruhi hasil pengolahan. Tahu kuning lebih cepat membentuk lapisan renyah di luar saat digoreng, sedangkan tahu putih membutuhkan waktu lebih lama untuk garing dan kerap perlu teknik atau bumbu tambahan agar hasilnya maksimal.

Secara keseluruhan, meskipun sama-sama berbahan dasar kedelai, tahu kuning dan tahu putih memiliki karakter berbeda. Tahu kuning cocok untuk hidangan dengan tekstur padat dan gorengan renyah, sementara tahu putih lebih ideal untuk masakan berkuah, dikukus, atau hidangan lembut yang menyerap bumbu.(BY)