Berhenti Minum Kopi, Baik atau Buruk? Simak Efeknya bagi Kesehatan

Ada beberapa hal yang terjadi saat berhenti minum kopi.
Ada beberapa hal yang terjadi saat berhenti minum kopi.

Jakarta – Tidak sedikit orang yang memutuskan untuk mengurangi bahkan menghentikan kebiasaan minum kopi. Namun, keputusan tersebut kerap diikuti sejumlah perubahan pada tubuh, terutama bila kafein dihentikan secara tiba-tiba.

Penghentian konsumsi kopi atau minuman berkafein secara mendadak dapat memicu kondisi yang dikenal sebagai caffeine withdrawal atau putus kafein. Kondisi ini ditandai dengan berbagai keluhan, mulai dari sakit kepala, rasa lelah berlebihan, hingga kantuk yang sulit ditahan, khususnya pada individu yang terbiasa mengonsumsi kafein setiap hari.

Gejala tersebut muncul karena otak kehilangan zat yang selama ini membantu menjaga kewaspadaan. Walaupun tidak tergolong berbahaya, putus kafein bisa cukup mengganggu aktivitas dan produktivitas harian, terutama dalam beberapa hari pertama.

Secara biologis, kafein bekerja dengan menahan kerja adenosin, senyawa di otak yang memicu rasa kantuk. Ketika kafein dikonsumsi secara rutin, tubuh akan beradaptasi dan terbiasa bergantung pada efek stimulannya. Saat asupan kafein dihentikan secara mendadak, adenosin kembali bekerja tanpa hambatan, sehingga tubuh terasa lebih cepat lelah dan sulit berkonsentrasi.

Biasanya, tanda-tanda putus kafein mulai dirasakan dalam rentang 12 hingga 24 jam setelah konsumsi terakhir. Sebagian orang mengalami sakit kepala, sementara yang lain merasakan penurunan energi, fokus yang menurun, serta perubahan suasana hati.

Mengacu pada informasi dari Very Well Health, beberapa keluhan yang kerap dialami antara lain sakit kepala, rasa kantuk berlebihan, tubuh terasa lemas, sulit berkonsentrasi, mudah tersinggung, mual, hingga nyeri pada otot. Keluhan ini umumnya akan berangsur hilang dengan sendirinya dalam waktu satu sampai dua minggu.

Batas Konsumsi Kafein yang Dianjurkan

Untuk orang dewasa, asupan kafein yang dianggap aman berkisar maksimal 400 miligram per hari, atau setara dengan dua hingga tiga cangkir kopi berukuran kecil. Namun perlu diingat, kandungan kafein tiap jenis kopi bisa berbeda, bahkan ada yang melebihi batas tersebut hanya dalam satu sajian.

Selain kopi, kafein juga terdapat pada berbagai produk lain seperti teh hitam, matcha, cokelat, minuman energi, hingga beberapa minuman yang diklaim bebas kafein.

Manfaat Mengurangi Kafein

Meski dapat menimbulkan efek sementara, pengurangan konsumsi kafein juga memberikan sejumlah keuntungan jangka panjang. Beberapa di antaranya adalah kualitas tidur yang lebih baik, berkurangnya rasa cemas, tekanan darah yang lebih stabil, sistem pencernaan yang lebih nyaman, serta kesehatan gigi yang lebih terjaga.

Cara Mengurangi Kafein dengan Aman

Untuk meminimalkan gejala putus kafein, penghentian sebaiknya dilakukan secara bertahap. Beberapa langkah yang dapat diterapkan meliputi mengurangi porsi minuman berkafein, mencampur kopi biasa dengan kopi tanpa kafein, memperbanyak asupan air putih, menjaga pola tidur yang teratur, serta tetap aktif bergerak dengan olahraga ringan.

Apabila konsumsi kafein berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu, berkonsultasi dengan tenaga medis sangat disarankan agar proses pengurangannya berjalan aman dan sesuai kebutuhan tubuh.(BY)