Kotim  

BPBD Kotim Salurkan 22.000 Liter Air Bersih ke Bagendang Permai

BPBD menyalurkan air bersih kepada masyarakat di Desa Bagendang Permai
BPBD menyalurkan air bersih kepada masyarakat di Desa Bagendang Permai

Sampit, fajarharapan.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 22.000 liter ke Desa Bagendang Permai, Kecamatan Mentaya Hilir Utara. Distribusi dilakukan menggunakan lima unit mobil tangki untuk membantu warga yang mulai terdampak kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, Kamis (29/1/2025, menjelaskan penyaluran tersebut merupakan respons atas permohonan resmi masyarakat setempat. Bantuan air bersih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan harian warga yang kesulitan memperoleh sumber air layak konsumsi.

Memasuki dua pekan terakhir, intensitas hujan di wilayah Kotim dilaporkan menurun. Kondisi ini menandai awal musim kemarau yang tidak hanya memicu potensi kebakaran lahan, tetapi juga berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah kawasan, terutama wilayah pesisir selatan.

Di Kecamatan Mentaya Hilir Utara dan Mentaya Hilir Selatan, sejumlah sumur warga dilaporkan mulai mengering. Selain itu, air Sungai Mentaya di beberapa titik berubah menjadi payau akibat intrusi air laut, sehingga tidak lagi layak dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga.

Pemerintah daerah sebenarnya telah memperluas jaringan layanan air bersih melalui Perumdam Tirta Mentaya hingga Desa Parebok, Kecamatan Teluk Sampit. Namun, tidak semua warga telah terdaftar sebagai pelanggan, sehingga sebagian masyarakat masih bergantung pada air hujan dan air sungai yang kualitasnya kini menurun.

Permohonan bantuan air bersih dari Desa Bagendang Permai diajukan secara resmi melalui surat yang ditandatangani ketua RT, kepala desa, dan camat setempat. Dalam surat tersebut disebutkan warga di Jalan Anang Asran RT 001/RW 001 sangat terdampak karena tidak terlayani jaringan PDAM.

BPBD Kotim menyatakan siap menyalurkan bantuan serupa apabila ada permintaan dari wilayah lain yang mengalami kondisi serupa. Multazam berharap hujan segera turun agar pasokan air alami kembali tersedia dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih selama musim kemarau berlangsung.(av/m)