Padang Pariaman – Langit Bandara Internasional Minangkabau, Rabu (28/1/2026), menjadi saksi peringatan keras dari daerah ke pusat. Di hadapan Menteri Pekerjaan Umum RI Dody Hanggodo, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis tak menutup-nutupi kegelisahan yang kian menumpuk di akar rumput. Akses warga terancam putus, keselamatan dipertaruhkan.
Didampingi Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, John Kenedy Azis secara frontal menekan pemerintah pusat agar segera mengeksekusi pembangunan Jembatan Sikabu. Ia menyebut jembatan itu bukan sekadar bentang beton, melainkan jalur hidup ribuan warga.
Situasi di lapangan disebutnya sudah memasuki fase darurat. Jembatan Kampung Apa, satu-satunya jalur alternatif yang tersisa, kini berada di kondisi kritis. Struktur bawah tergerus arus banjir, bagian atas mengalami penurunan daya dukung akibat pergerakan tanah yang terus terjadi.
“Ini bukan cerita ancaman, ini fakta. Kalau satu jembatan ini roboh, Padang Pariaman bisa lumpuh,” tegas John Kenedy Azis. Nada suaranya meninggi, menandai batas kesabaran daerah yang merasa terlalu lama menunggu kepastian.
Ia menegaskan, penundaan pembangunan Jembatan Sikabu sama artinya dengan membiarkan ekonomi rakyat tersedak. Jalur itu menjadi lintasan utama distribusi hasil pertanian, akses sekolah, hingga jalur evakuasi dan layanan kesehatan. Putusnya akses berarti risiko kemanusiaan.
Peringatan keras tersebut akhirnya memantik respons cepat dari Menteri Pekerjaan Umum.
Dody Hanggodo mengakui urgensi pembangunan Jembatan Sikabu dan menyatakan proyek tersebut akan dipercepat oleh Kementerian PU.
Instruksi pun langsung dilontarkan.
Balai Pelaksana Jalan Nasional Sumatera Barat dan Balai Wilayah Sungai V diperintahkan bergerak cepat, bahkan Balai Teknik Sungai Ditjen SDA diminta turun langsung untuk memastikan kondisi lapangan tanpa basa-basi.
“Ini harapan terakhir masyarakat kami,” ujar John Kenedy Azis usai pertemuan. Kini publik menunggu, apakah tekanan keras itu benar-benar berbuah tindakan, atau kembali tenggelam dalam antrean panjang janji pembangunan.(bay).






