Jakarta – Musang King sudah lama dijuluki sebagai “raja durian”. Popularitasnya yang luar biasa membuat harga durian ini terus meroket, bahkan kerap disandingkan dengan barang mewah kelas dunia. Tak heran, banyak orang menyebutnya sebagai “Hermes-nya durian”.
Julukan tersebut melekat pada Musang King yang berasal dari Raub, sebuah kota kecil di negara bagian Pahang, Malaysia. Permintaan yang sangat tinggi dari pasar China membuat durian asal daerah ini menjadi komoditas premium yang nilainya setara dengan barang bermerek mewah.
Dahulu, Raub dikenal sebagai kota tambang emas. Namun dalam beberapa tahun terakhir, wilayah ini bertransformasi menjadi salah satu sentra penghasil durian terbaik di Asia Tenggara. Perubahan itu sejalan dengan melonjaknya minat global terhadap durian, khususnya dari China.
Berdasarkan laporan Malay Mail, nilai impor durian China pada 2024 mencapai US$27 miliar. Angka tersebut menggambarkan betapa besarnya pasar yang terbuka bagi para produsen durian.
“Kalau hanya 2 persen saja penduduk China ingin membeli durian, itu sudah lebih dari cukup untuk menopang bisnis ini,” kata Chee Seng Wong, Manajer Pabrik Fresco Green, salah satu eksportir utama durian di Raub.
Ia menjelaskan, beberapa tahun lalu warga Raub sempat menebang pohon durian untuk beralih menanam kelapa sawit. Namun kini, durian kembali menjadi primadona dan komoditas utama daerah tersebut.
Di China, durian tak lagi sekadar buah eksotis. Popularitasnya meroket hingga menjadi simbol status, terutama di media sosial. Malaysia pun menjelma sebagai salah satu pemasok utama durian bagi Negeri Tirai Bambu.
Harga Musang King asal Malaysia di pasar China bisa mencapai US$14 hingga US$100 per buah, tergantung kualitasnya, atau setara sekitar Rp236 ribu hingga Rp1,7 juta.
Fenomena ini turut mendorong gelombang wisatawan China datang langsung ke pedesaan Malaysia. Mereka rela menempuh perjalanan jauh demi mencicipi durian segar dengan beragam karakter rasa, dari yang pahit pekat hingga yang aromanya menyerupai alkohol.
“Sekarang banyak pelanggan datang dan bertanya, ‘Ada yang rasanya pahit?’,” ujar Xu Xin, seorang pedagang durian di Raub.
Lonjakan permintaan tersebut membawa berkah besar bagi para petani. Tak sedikit yang mendadak menjadi jutawan, salah satunya Lu Yee Thing yang meraih kesuksesan di usia 72 tahun.
Setiap pagi, Yee Thing bangun untuk memanen durian dari kebunnya. Buah-buah terbaik hasil panen itu kemudian dikirim ke China, menjadi bagian dari rantai pasok durian premium yang kini bernilai fantastis.(BY)






